Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Jemaah Haji Bali Disarankan Setor Pasfoto Terbaru

Jemaah Haji Bali Disarankan Setor Pasfoto Terbaru

Bidang PHU : Sosialisasi persiapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah haji (BIPIH) dan penyelesaian dokumen jemaah haji tahun 1441 H/2020 M oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali terus dilaksanakan. Gerilya sosialisasi berlanjut di Kabupaten Karangasem pada Sabtu, 08-02-2020 yang mengambil lokasi di KUA Kecamatan Karangasem dan dihadiri jemaah yang tergabung dalam majelis taklim jemaah haji Karangasem.

Kali ini pihak Kanwil Bali menyarankan jemaah untuk menyetorkan pasfoto terbaru sebagai kelengkapan dokumen yang akan diproses oleh Bidang PHU Kanwil Bali. "Hal ini semata-mata agar mempermudah proses verifikasi dokumen yang dilakukan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai syarat request visa ke Kedubes Arab Saudi," jelas H. Muhammad Nasihuddin, Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler, saat memberikan sosialisasi.

Nasihuddin menjelaskan bahwa ada perbedaan proses pemvisaan tahun 2020 ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, sebelum tahun 2020 ini proses digitalisasi serta verifikasi berkas pemvisaan seluruhnya dilakukan di Ditjen PHU Pusat dan pihak Kanwil hanya mengirimkan dokumen hardpaper-nya ke Jakarta. Namun mulai 2020 ini pihak Kanwil yang melakukan proses digitalisasi dan tidak perlu mengirimkan berkas dokumen ke Jakarta, sedangkan verifikasi tetap kewenangan pusat.

"Karena hanya softcopy yang kita kirim, maka sangat mungkin akan diragukan pada saat proses verifikasi oleh pusat. Misalnya foto di paspor agak berbeda dengan pasfoto yang ditempel di bukti pelunasan atau cover paspor. Foto di halaman ID paspor boleh jadi foto terbaru karena paspor baru dibuat, sedangkan foto di bukti pelunasan adalah lama karena menggunakan pasfoto yang dipakai saat mendaftar dulu," papar Nasihuddin.

Jikalau ada perbedaan foto pada beberapa dokumen tersebut saat verifikasi, lanjut jelas Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler, maka proses pemvisaan jemaah itu akan dihentikan yang secara otomatis proses pemvisaan satu kloter pun akan distop sementara. "Satu jemaah saja yang prosesnya terhenti akan menghentikan proses pemvisaan jemaah lainnya dalam satu Kloter sehingga mengganggu proses penyelesaian dokumen," tandasnya.

Oleh karenanya, Kanwil menyarankan agar jemaah haji dapat menyerahkan pasfoto terbaru untuk proses dokumen jemaah sehingga memperlancar proses verifikasi berkas yang akan dilakukan pihak pusat dan Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Pasfoto jemaah diperlukan untuk keperluan pemvisaan; ditempel pada cover paspor, bukti pelunasan, SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama) dan KKJH (Kartu Kesehatan Jemaah Haji). (nas)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar