Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Terkait Kloterisasi, Jemaah Bali Dipersilakan Usulkan Regu - Rombongan

Terkait Kloterisasi, Jemaah Bali Dipersilakan Usulkan Regu - Rombongan PHU

Bidang PHU : Seluruh jemaah haji yang masuk nominasi berangkat tahun 1441 H/2020 M dipersilakan untuk segera mengusulkan pembentukan regu dan rombongan ke Kankemenag Kabupaten/Kota sebelum waktu pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH). Pasalnya perubahan komposisi regu dan rombongan pada kloter setelah waktu pelunasan sangatlah terbatas.

Demikian hal yang disampaikan Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler, H. Muhammad Nasihuddin, saat memberikan sosialisasi persiapan pelunasan dan penyelesaian dokumen haji dalam rangka Manasik Haji Mandiri yang diselenggarakan Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag Kabupaten Buleleng di Aula Kantor, Rabu (12/02/2020).

Menurut Nasihuddin, salah satu kebijakan dan inovasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 adalah kloterisasi sejak awal. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang pembentukan kloter dilakukan setelah pelunasan. "Sebelum pelunasan, Kementerian Agama sudah me-release pembentukan kloter yang telah disusun SISKOHAT berdasarkan wilayah. Artinya, dalam satu regu-rombongan akan terdiri dari jemaah yang berasal dari wilayah desa, kecamatan dan kabupaten yang sama. Itu tersusun secara sistem," jelasnya.

Kebijakan itu dilakukan berdasarkan Keputusan Dirjen PHU Nomor 549 Tahun 2019 tentang Kloterisasi Berbasis Wilayah yang dilatarbelakangi pemikiran untuk mendukung pembinaan haji yang berbasis kecamatan. Dengan demikian, sejak awal jemaah sudah mengetahui anggota regu dan rombongannya masing-masing sehingga dapat lebih mengenal sejak awal dan bersemangat untuk membangun kebersamaan melalui manasik bersama-sama.

"Sebelum waktu pelunasan, silakan Kabupaten/Kota dapat merubah rancangan nominatif kloter tersebut dan mengusulkannya ke Kanwil. Bisa dirubah 1.000 (seribu) persen, asal sebelum pelunasan" tegasnya sembari mengutip pernyataan Dirjen PHU Kementerian Agama Republik Indonesia tentang hal tersebut.

"Bila sudah waktu pelunasan, maka perubahan hanya akan dilayani secara sistem maksimal 15 (lima belas) persen. Bila melebihi persentase tersebut maka secara sistem akan tertolak," tambah Nasihuddin. Perubahan dalam satu kloter itu hanya diperkenankan untuk alasan penggabungan mahram, penggabungan pendamping dan komposisi gender.

Oleh karenanya, Kanwil Bali mempersilakan jemaah untuk mengusulkan perubahan regu dan rombongan sejak dini kepada PHU kabupaten/Kota dan selanjutnya diusulkan ke Kanwil. Rancangan kloterisasi sendiri sudah disampaikan Kanwil Bali ke Kabupaten/Kota sejak bulan Nopember 2019 yang lalu untuk dipelajari dan diubah sesuai kebutuhan. (nas) 


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar