Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Kemenag Ijinkan Pelunasan BIPIH Sebelum Rikes Tuntas

Kemenag Ijinkan Pelunasan BIPIH Sebelum Rikes Tuntas PHU

Bidang PHU : Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Republik Indonesia akhirnya mengijinkan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) sebelum pemeriksaan Kesehatan (rikes) tuntas dilakukan Jemaah haji. Kebijakan tersebut muncul setelah melihat kendala yang dihadapi Jemaah untuk pelunasan BIPIH seiring dengan perkembangan wabah corona di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Kusnul Hadi, di ruang kerjanya, Senin (06/04/2020). Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Ditjen PHU Nomor : B-03003/Dt.II.II.I/1/KS.02/04/2020 tertanggal 03 April 2020 tentang Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji Reguler. 

Menurut H. Kusnul Hadi, ada Jemaah haji di Provinsi Bali yang belum dapat melakukan pelunasan BIPIH karena belum dinyatakan istitoah oleh sistem (SISKOHATKES). Beberapa penyebab Jemaah belum dinyatakan istitoah diantaranya: pertama, Jemaah belum tuntas pemeriksaan Kesehatan tahap keduanya; Kedua,  ada Jemaah yang memang belum pemeriksaan Kesehatan. Ketiga, Jemaah sudah tuntas rikes tetapi belum diinput di SISKOHATKES dan keempat, ada Jemaah yang memang dinyatakan tidak istitoah.

Khusus penyebab pertama, kedua dan ketiga sangat tergantung kesiapan Dinas Kesehatan selaku pemegang kewenangan rikes sekaligus operator SISKOHATKES. “Problemnya teman-teman Dinkes saat ini sedang fokus dan prioritas untuk penanganan wabah corona. Dampaknya, pemeriksaan Kesehatan di beberapa tempat untuk sementara  tidak menjadi prioritas. Padahal waktu pelunasan terus berjalan.,” jelas H. Kusnul Hadi sembari menyebutkan beberapa provinsi di Indonesia juga menghadapi kendala yang sama.

Oleh karenanya, kebijakan Ditjen PHU tersebut diterbitkan untuk mempercepat proses pelunasan agar lebih efektif. Namun Kabid PHU Bali juga mengingatkan bahwa proses rikes akan terus berjalan seiring berjalannya proses pelunasan. “Setelah pelunasan, silakan tuntaskan pemeriksaan kesehatannya hingga dinyatakan istitoah. Jika dinyatakan istitoah oleh Dinkes maka proses pemvisaan dilanjutkan. Tetapi jika ternyata Jemaah tersebut tidak dinyatakan istitoah maka yang bersangkutan tidak dapat diberangkatkan haji,” tegasnya.

Sementara itu, pelunasan BIPIH Reguler Tahap Pertama akan dilaksanakan sampai 30 April 2020. Data pelunasan Jemaah haji Provinsi Bali per 03 April 2020 telah mencapai 54,44 persen atau 318 jemaah telah melakukan pelunasan dari kuota 698 jemaah. Dari data tersebut, masih ada Kabupaten yang tingkat pelunasannya di bawah 10 persen setelah tiga pekan waktu pelunasan. 

“Hampir seluruh Jemaah Gianyar belum ada yang melunasi. Informasi yang kami peroleh, rikes telah dilaksanakan tetapi data belum selesai diinput Dinas Kesehatan sehingga jemaahnya belum bisa melunasi,” lapor H. Muhammad Nasihuddin, Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Bali sembari berharap persentase pelunasan BIPIH dapat segera meningkat drastis seiring kebijakan baru yang dikeluarkan Ditjen PHU.(nas)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar