Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Wujudkan Penghulu Profesional Sebagai Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat

Wujudkan Penghulu Profesional Sebagai Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat Foto by Sania

(Humas Bali) Mengawali era adaptasi kehidupan baru Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali mengawali giatnya dari Bidang Bimbingan Masyarakat Islam yang menggelar Rapat Penilaian Penyuusunan Angka Kredit Jabatan Fungsional Penghulu Tahun Anggaran 2020 yang bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Kamis, 23 Juli 2020.

Kegiatan ini pun tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan pengecekan suhu tubuh sebelum memasukin kantor, penyemprotan disenfektan sebelum acara dimulai, kewajiban menggunakan masker dan pengaturan jarak.

Rapat penilaian PAK ini digelar untuk melakukan pembinaan penilaian angka kredit jabatan fungsional penghulu, untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam menyusun angka kredit jabatan fungsional penghulu, meningktakan pemahaman penghulu terhadap uraian tugas, meningkatkan pengetahuan penghulu dalam pembuatan DUPAK, meningkatkan kemampuan penghulu dalam menyusun sasaran kerja pegawai (SKP), mengukur tingkat pencapaian kinerja dan wawasan/kemampuan SDM KUA kecamatan, dan guna membentuk dispilin dan profesionalitas yang dimiliki oleh SDM KUA Kecamatan.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 orang peserta yang terdiri dari Kepala Seksi Bimas Islam, Kepala KUA/Penghulu, dan Analis pegawai kabupaten/kota se-Bali.

Membuka secara resmi rapat ini Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Ibu Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si yang didampingi oleh Kabid Bimas Islam Bapak Drs. H. Nurkhamid, M.Ed. Dalam sambutannya Marheni menyampaikan bahwa penghulu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat harus juga mengutamakan protokol kesehatan diera pandemi seperti ini. “Penghulu harus mampu menunjukkan profesionalitas kinerja karena masyarakat saat ini menuntut kinerja yang professional tetapi juga tanpa mengesampingkan kode etik sebagai penghulu” Ujar Marheni.

Lebih jelas Marheni menyampaikan bahwa penghulu jangan relalu fokus pada hal yang bersifat administrasi dengan mengelooa dokumen atau arsip semata tetapi harus mengutamakan tugasnya dalam pelayanan kepada masyarakat. Tanpa kinerja, angka kredit pun tidak dapat diperoleh, jadi harus mampu berjalan beriringan antara angka kredit dan kinerja tegas Marheni.

“Saat ini kita sebagai ASN itu diawasi oleh masyarakat, takutlah pada diri sendiri dan menyadari sudahkah kita melaksanakan tugas dengan baik?”ucap Marheni yang menyadarkan para Penghulu akan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

Marheni juga menyoroti beberapa isu terkait adanya pungutan dari penghulu dalam melayani masyarakat. Tegas dia menekankan kepada para penghulu bahwa KUA di Bali harus bersih dari pengutan atau hal yang diluar aturan terhadap pelayanan kepada masyarakat. pengawasan dan pemantauan akan terus dilakukan agar KUA Bali bersih dari pungutan benar adanya.

“Bekerjalah dengan professional, bekerja melayani masyarakat yang merupakan tugas pokok dari penghulu. Berikan pelayanan yang professional, cepat, dan tidak berbelit.”tegas Marheni. 

Hadir dalam rapat penilaian ini Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Regional X Denpasar sebagai narasumber.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar