Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Pemilihan Penyuluh Teladan Non PNS Tahun 2020

Pemilihan Penyuluh Teladan Non PNS Tahun 2020 Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan kegiatan Pemilihan Penyuluh Teladan Non PNS Tahun 2020 pada hari Senin, 27 Juli 2020 di Wisma Sejahtera Kementerian Agama Propinsi Bali yang beralamat di Jalan Kahuripan

(Ura Hindu) Denpasar, 27 Juli 2020

Penyuluh Agama Hindu mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada umat Hindu serta sangat dibutuhkan keberadaannya dalam upaya memantapkan kerukunan umat beragama. Keterbatasan tenaga Penyuluh Agama Hindu yang ada menuntut mereka untuk dapat bekerja secara dinamis dan profesional, ikut serta menyukseskan pembangunan di bidang agama dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan melalui bahasa agama kepada umat Hindu yang berada di wilayah binaan masing-masing. Guna meningkatkan prestasi kerja Penyuluh Agama Hindu Non PNS, Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan kegiatan Pemilihan Penyuluh Teladan Non PNS Tahun 2020 pada hari Senin, 27 Juli 2020 di Wisma Sejahtera Kementerian Agama Propinsi Bali yang beralamat di Jalan Kahuripan Nomor 1, Lumintang, Kota Denpasar. 


Kegiatan Pemilihan Penyuluh Non PNS Teladan Tahun 2020 dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si). Dalam kata sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Kegiatan Pemilihan Penyuluh Teladan Non PNS ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada penyuluh beragama yang dalam hal ini Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Propinsi Bali. Beliau menegaskan, karena Penyuluh Agama Hindu merupakan sumber informasi bagi umat Hindu di masyarakat maka Beliau berharap agar seluruh Penyuluh Agama Hindu menjadi sumber informasi yang baik, tidak menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA dan tidak mengandung unsur HOAX (informasi harus disaring terlebih dahulu). Segala informasi yang disampaikan harus berdasarkan atas ajaran agama yang sumbernya dari sastra-sastra agama.


Selain menjadi sumber informasi, Penyuluh Agama Hindu juga harus bisa menjadi advokasi yang berarti pembela bagi umat Hindu yang sedang menghadapi masalah. Penyuluh Agama Hindu harus memiliki keberanian, kepercayaan diri yang baik serta wawasan yang luas untuk bisa ikut memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh umat Hindu. Oleh karena itu, Beliau berharap Penyuluh Agama Hindu terus mengisi diri, terlebih saat ini materi dan informasi bisa didapatkan dengan begitu mudahnya melalui internet serta kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan secara umum oleh instansi-instansi tertentu.

 

Terakhir, Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Kegiatan Pemilihan Penyuluh Teladan Non PNS ini sejatinya bukanlah semata-mata untuk mencari juara atau pemenang saja, akan tetapi lebih diarahkan untuk memperkaya wawasan utamanya soft skill dari Penyuluh Agama Hindu Non PNS yang menjadi peserta dari kegiatan ini. Karena melalui kegiatan inilah seluruh peserta dapat melihat gaya penyampaian materi agama dari kabupaten/kota lain yang turut menjadi peserta dalam kegiatan ini. Hal ini diharapkan menjadi inspirasi untuk semakin memperkaya gaya dan wawasan yang telah dimiliki oleh masing-masing peserta.


Penyuluh Non PNS yang mengikuti kegiatan ini berjumlah sembilan orang yang merupakan Penyuluh Agama Hindu Non PNS perwakilan dari sembilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali. Selama kegiatan, masing-masing peserta mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki; yang pertama, kemampuan untuk memandu Kramaning Sembah yang dirangkaikan dengan Dharma Gita dengan durasi waktu maksimal 15 menit; yang kedua, kemampuan untuk memaparkan materi Dharma Wacana yang telah dibuat oleh peserta dengan durasi waktu maksimal 15 menit; yang ketiga, kemampuan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang dikemas dalam bentuk wawancara dengan durasi waktu maksimal 10 menit.


Juri yang bertugas adalah Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (Drs. I Dewa Made Nida Udyana, M.Pd.H), Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu (Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H) serta Kepala Seksi Penyuluhan (Ida Ayu Nyoman Sri Udiani, S.Ag, M.Pd.H). Beberapa hal yang dinilai oleh juri pada saat peserta menunjukkan kemampuan untuk memandu Kramaning Sembah, yaitu struktur, tata bahasa dan etika yang digunakan dalam memandu Kramaning Sembah. Beberapa hal yang dinilai oleh juri pada saat peserta memaparkan Dharma Wacana, yaitu naskah yang dibuat, penampilan peserta, ekspresi pada saat menyampaikan Dharma Wacana, penggunaan bahasa Indonesia ataupun bahasa Bali yang baik dan mudah dimengerti, penguasaan materi serta beberapa unsur lainnya. Sedangkan sesi tanya jawab yang dikemas dalam bentuk wawancara berisi beberapa pertanyaan terkait dengan Agama Hindu yang harus dijawab secara langsung oleh peserta.


Hasil penilaian masing-masing juri akan didiskusikan kembali yang nantinya akan digabungkan dengan hasil penilaian observasi terhadap lima besar Penyuluh Non PNS yang penampilannya dianggap terbaik ke masing-masing Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat mereka bertugas. Penetapan pemenang/juara akan disampaikan melalui Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali.


Melalui kegiatan ini pula masing-masing Penyuluh Non PNS diharapkan bisa mengukur sejauh mana kelebihan dan kekurangan mereka dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki oleh penyuluh yang lainnya sehingga mereka dapat mengejar ketertinggalan sekaligus meningkatkan pengetahuan guna tercapainya Penyuluh Agama Hindu yang profesional. (ts)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar