Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Guru Guna Wujudkan Merdeka Belajar di Era New Normal

Tingkatkan Kreatifitas dan Inovasi Guru Guna Wujudkan Merdeka Belajar di Era New Normal Foto by Sania

(Humas Bali) Peran guru dimasa pandemi saat ini sangat dituntut. Guna meningkatkan kulaitas tenaga pengajar ini maka, Senin, 7 September 2020 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Hindu menggelar kegiatan Orientasi Tata Kelola Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bertempat di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si membuka secara resmi kegiatan ini yang diikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan guru agama Hindu Kabupaten/Kota se-Bali. Tujuan digelarnya orientasi ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, pengajar, dan mengevaluasi peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 7 hingga 10 September 2020 dan mengangkat tema Orientasi Tata Kelola KKG/MGMP I Sebagai Laboratorium Profesi, Inspirasi, Kreatifitas, dan Inovasi Guru dalam Mewujudkan Merdeka Belajar di Era New Normal.

Dalam arahannya Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa saat ini diera new normal atau adapatasi kehidupan baru guru dituntut untuk mampu melek teknologi. Permasalahan kian kompleks karena saat ini bukan hanya penguasaan teknologi saja yang dihadapi oleh guru, siswa, maupun orang tua siswa tetapi juga permasalahan biaya paket data guna menunjang proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring atau melalui jaringan.

“Kreatifitas dan inovasi guru saat ini sangat diharapkan untuk menunjang proses belajar mengajar”ujar Marheni.

Menurut Marheni saat ini Provinsi Bali mengalami peningkatan kasus penyebaran Virus Covid 19 dimana saat ini cluster penyebaran Virus Covid 19 muncul dari keluarga. Sehingga hal ini membuat proses belajar mengajar yang sedianya akan dilakukan secara tatap muka langsung mengalami penundaan melihat perkembangan kasus penyebaran Covid 19 yang meningkat.

Menteri pendidikan saat ini mengeluarkan tiga kurikulum yaitu kurikulum yang tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Marheni juga menegaskan akan peran serta guru untuk dapat memfilter anak didik akan isu isu yang beredar saat ini dengan memberikan pendalaman ajaran agama Hindu kepada generasi Hindu muda dengan memperbanyak mengunggah berbagai contoh contoh ajaran agama Hindu dalam berbagai bentuk. Selain itu juga guru diharapkan mampu lebih teliti dan mengkaji lagi penyusunan buku pendidikan agama Hindu agar tidak terlepas dari koridor yang ada.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar