Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Menjaga Generasi Muda Hindu Melalui Pembinaan Sradha dan Bakti.

Menjaga Generasi Muda Hindu Melalui Pembinaan Sradha dan Bakti. Komang Sri Marheni, selaku Ka.Kanwil membuka secara resmi kegiatan Sradha dan Bakti di Desa Bakbakan Kabupaten Gianyar.

Humas Bali, Sabtu 21 November 2020, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, melalui Bidang Urusan Agama Hindu, menggelar kegiatan Pembinaan Sradha dan Bakti di Pura Dalem Ageng Desa Bakbakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini adalah kegiatan yang kedua, setelah sebelumnya Bidang Urusan Agama Hindu menggelar kegiatan yang sama, namun dengan para peserta yang berbeda. Adapun peserta dalam Kegiatan Sradha dan Bakti kali ini adalah para muda-mudi atau skaa truna-truni di wilayah Desa Bakbakan Gianyar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali (Ka.Kanwil) yang didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu (Kabid Ura Hindu), Kepala Seksi Pemberdayaan Umat Hindu, Kepala Seksi Penyuluhan Agama Hindu dan Prajuru Adat Desa Bakbakan Gianyar, hadir membuka secara resmi kegiatan ini serta sekaligus memberikan pembinaan terhadap Skaa Truna-Truni yang hadir.

Komang Sri Marheni selaku Ka.Kanwil, dalam kesempatan membuka kegiatan ini, tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan para peserta untuk pentingnya menerapkan protokol kesehatan, terlebih dalam situasi pandemi saat ini, pemberlakuan social distancing harus diterapkan mulai dari diri kita sendiri untuk keselamatan kita bersama. “ Om Swastyastu, Astungkara ring rahina sane pinih becik puniki, titiang saking manggalaning Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, malih polih galah mesadu ajeng taler magendu wirasa majeng Ida dane semeton para angga yowana ring wewidangan Desa Bakbakan Gianyar, taler galah sane kalintang sampun polih kacunduk majeng para panglingsir iriki. Titiang tan surut-surut ngaturang suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa taler Ida Sasuhunan sane malingga lan melinggih ring Pura Dalem Desa Bakbakan puniki. Santukan antuk pasuwecan Ida, irage sareng sami polih kacunduk iriki, jagi iring titiang magendu wirasa”, sapa Sri Marheni kepada seluruh peserta dalam berbahasa Bali, yang dapat diartikan, “Om Swastyastu, Astungkara di hari yang baik ini, saya selaku Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Bali dapat bertemu lagi dengan para Muda-Mudi / Skaa Truna-Truni di Desa Bakbakan Gianyar, yang sebelumnya juga dapat bertemu dengan masyarakat di desa ini. Puja dan puji kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat beliau yang maha suci kita dapat bertemu disini, untuk sharing dan berbagi pikiran positif”.

Sri Marheni dalam pemaparannya mengungkapkan, bahwa dalam pesatnya kemajuan dunia global ini, perkembangan ilmu teknologipun semakin canggih. Tentu ini merupakan tantangan kedepan bagi para generasi muda khususnya di Bali. Era Digital ini memaksa kita sebagai generasi muda harus jeli dalam memanfaatkan ilmu teknologi (IT). “Dunia dalam genggaman, apa yang anak-anak lakukan sehari-hari, sekarang bisa didapat dalam genggaman sebuah handphone atau android. Mencari makan melalui hp, mencari alamat jalan melalui hp, atau kenal dengan seseorang melalui hp. Semua bisa melalui sebuah hp, namun saya selalu berpesan kepada Skaa Truna-Truni yang hadir hari ini, jangan sampai kita terlalu terikat dengan hal tersebut. Boleh saja kita menguasai IT untuk kemajuan, namun jangan sampai hal ini menyebabkan kemunduran. Kemunduran disini adalah berkurangnya komunikasi dengan keluarga, hilangnya rasa dan budaya menyama braya atau terbatasnya interaksi kehidupan sosial kita dimasyarakat”, ujar Sri Marheni.

Salah satu perwakilan Skaa Truna-Truni di Desa Bakbakan mengajukan pertanyaan terhadap Ka.Kanwil, “apakah dalam situasi pandemi seperti sekarang ini diperbolehkan melakukan kegiatan keagamaan, yang meliputi Upacara Dewa Yadnya ( Upacara Agama Hindu di Pura), Manusa Yadnya (Upacara Kelahiran Bayi/Pernikahan) dan Pitra Yadnya ( Upacara Kematian )”. Sri Marheni menjawab, “Boleh saja menggelar prosesi keagamaan, namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang sudah di kampanyekan oleh pemerintah. Namun dalam hal ini, pemerintah tidak membatasi upacaranya, namun yang harus dibatasi adalah interaksi orang-orangnya, cukup disederhanakan dalam undangannya, atau diatur kedatangannya, selalu ingat jaga jarak, selalu gunakan masker diluar maupun didalam tempat upacara dan sediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir atau gunakan handsaniteser. Semua bisa kita jalani dengan baik asal tetap mengacu kepada protap kesehatan, agar apa yang menjadi sradha dan bakti kita sebagai umat Hindu berjalan dan aturan protokol kesehatan juga kita terapkan”, tutup Sri Marheni yang dilanjutkan dengan foto bersama. (tam)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar