Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Rumuskan Seruan Bersama Guna Pelaksanaan Nyepi Yang Nyaman dan Damai

Rumuskan Seruan Bersama Guna Pelaksanaan Nyepi Yang Nyaman dan Damai Penandatanganan Hasil Seruan Bersama Foto by Sania

(Humas Bali) Menjadi tugas dan fungsi dari Kementerian Agama dalam pembangunan bidang keagamaan dan menjaga kerukunan hidup umat beragama menjadi dasar Sub.Bagian Organisasi Tata Laksana dan KUB Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Kerukunan Umat Beragama Rabu, 10 Februrari 2021 bertempat di Hotel Vasini Denpasar. Kegiatan ini mengangkat tema Tetap Jaga Kerukunan Umat Beragama di Masa Covid 19 Menuju Indonesia Rukun, Indonesia Maju.

Kegiatan ini dilaksanakan guna mencari pedoman dan merumuskan bersama pelaksanaan hari suci Nyepi pada tanggal 14 Maret 2021 mendatang. Hadir dalam kegiatan ini Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, ketua majelis agama dan kegamaan se-Bali, Kabag TU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, perwakilan SKPD Provinsi Bali, pihak layanan bandara, dan provider telepon selular.
Komang Sri Marheni selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan agar pelaksanaan Hari Suci Nyepi berjalan dengan baik, terjalin kebersamaan antar umat beragama, serta ketertiban dalam pelaksanaan Hari Suci Nyepi dapat berjalan dengan baik. “Hasil dari rapat ini yaitu berupa seruan bersama diharapkan nanti dapat menjadi acuan dalam melaksanakan Hari Suci Nyepi” Ujar Komang Sri Marheni.

“Daerah tidak perlu lagi membuat seruan bersama cukup gunakan seruan bersama yang telah dihasilkan oleh provinsi, agar kita meminimalisir pertemuan dengan melibatkan banyak pihak” tegas Marheni.

Seluruh tokoh adat dan agama duduk bersama guna menghasilkan rumusan bersama yang dapat dipedomani dan agar hasil keputusan ini dapat disebar luaskan kepada masyarakat luas karena yang patut menaati hasil rumusan keputusan bersama ini adalah umat atau masyarakat itu sendiri. Komang Sri Marheni juga berharap agar seluruh tokoh yang hadir mampu kiranya menyampaikan seruan ini agar tidak menimbulkan salah paham yang nantinya mampu memicu konflik.

Sementara itu Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menyampaikan bahwa Hari Suci Nyepi adalah manifestasi dari kerukunan hidup umat beragama di Bali khususnya dan Indonesia umumnya. Bali juga menjadi contoh dari perwujudan kerukunan hidup umat beragama itu sendiri. Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengajak seluruh peserta rapat untuk sama sama merenungkan bahwa pulau Bali ini merupakan pulau yang istimewa yang begitu diberkati dimana kesejahteraannya lebih tinggi dari daerah lain serta dijauhkan dari segala bencana. Lalu pertanyaan muncul mengapa demikian, karena alam semesta khususnya alam Bali memberkati dan menyayangi kita sehingga Tuhan tidak pernah marah atau menimbulkan bencana. Jika dikaitkan dengan pelaksanaan Hari Suci Nyepi maka kita sebagai umat sudah sepatutunya memberikan waktu rehat bagi alam semesta akan begitu banyaknya berkah yang telah diberikan. Pelaksanaan Nyepi sendiri dapat dimanifestasikan memberi waktu rehat bagi alam.

Pembahasan rumusan seruan ini dipandu oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali H. Nurkhamid dan terdapat Sebelas poin penting dalam Seruan Bersama Majelis Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali Tahun 2021 yaitu pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu, penyedia jasa transportasi baik darat, laut maupun udara tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan hari raya suci Nyepi Minggu 14 Maret 2021 pukul 06.00 Wita hingga Senin 15 Maret 2021 pukul 06.00 Wita, lemabaga penyiaran radio dan televisi tidak diperkenankan untuk bersiaran, provider penyedia jasa seluler dan IPTV agar mematikan data seluler (internet), masyarakat tidak diperkenankan menyalakan petasan, hotel dan penyedia jasa hiburan di Bali tidak diperkenankan mempromosikan usahanya dengan branding Hari Raya Suci Nyepi, prajuru adat, pecalang, dan aparat desa bertanggung jawab mengamankan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi, bagi umat lain untuk menghormati kesucian Hari Raya Suci Nyepi, majelis agama dan keagamaan serta instansi lainnya untuk dapat mensosialisasikan seruan ini kepada seluruh umat beragama di Bali.

Pada dasarnya hasil seruan ini tidak begitu banyak berubah dari tahun sebelumnya hanya penambahan pada poin anjuran bagi Umat Kristen yang akan melaksanakan Kebhaktian di Gereja agar melakukan di Gereja terdekat pada tanggal 14 Maret 2021 mulai pukul 00.00 wita dan berakhir sebelum pukul 06.00 wita. Serta bagi umat Buddha yang akan melaksanakan Pujabhakti dan umat Khonghucu yang akan melaksanakan kebaktian agar dilaksanakan dirumah saja. Serta penambahan poin untuk semua umat beragama dalam melaksanakan peribadatan wajib mentaati protokol kesehatan. Hasil seruan bersama ini ditandatangani oleh seluruh ketua majelis agama dan kegamaan se-Bali, Gubernur Bali dan kepala instansi terkait yang nantinya akan disebarluaskan dan dapat menjadi pedoman pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi. Pelaksanaan rapat koordinasi ini sendiri telah menerapkan protokol kesehatan dimana Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali juga sebelumnya telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Pemerintah Provinsi Bali.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar