Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Bali Siapkan Data Jemaah Haji Untuk Vaksinasi Covid-19

Bali Siapkan Data Jemaah Haji Untuk Vaksinasi Covid-19 Bidang PHU

Bidang PHU Bali : Meski belum ada keputusan resmi terkait pemberangkatan jemaah haji tahun 1442 H/2021 M, persiapan penyelenggaraan ibadah haji terus dilakukan oleh punggawa haji Provinsi Bali. Salah satunya adalah update data NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor handphone jemaah guna keperluan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi jemaah haji reguled dan khusus.

Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, H. Abu Siri, update data NIK dan nomor handphone bagi jemaah haji dapat dilakukan di Kankemenag Kabupaten/Kota melalui aplikasi SISKOHAT. "Bagi jemaah haji yang sudah lunas BIPIH 2020, silakan komunikasi dengan PHU Kabupaten/Kota untuk infokan NIK sesuai KTP elektronik dan nomor HP yang masih aktif," jelas H. Abu Siri.

Update data ini sekaligus sebagai tindak lanjut surat Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Menteri Kesehatan tertanggal 5 Januari 2021 tentang permohonan dukungan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Data yang terupdate sebagai dasar untuk penginputan ke dalam aplikasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nasional dimana aplikasi SISKOHAT sudah terintegrasi dengan sistem di Kementerian Kesehatan untuk keperluan vaksinasi.

Menurut Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler, H. Muhammad Nasihuddin, update data tersebut diharapkan selesai pada awal Maret 2021. Kegiatan update data juga dilakukan beriringan dengan digitalisasi dokumen pemvisaan yang sedang dikebut oleh tim pemvisaan Kanwil Bali. "Sambil mengupdate data NIK dan nomor HP, sekalian mohon dapat bersama-sama memverifikasi data digital dokumen pemvisaan yang telah diupload oleh Kanwil Bali," tandasnya.

Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, dalam sejumlah pemberitaan menyampaikan sejumlah pertimbangan kenapa calon jemaah haji perlu mendapat prioritas vaksinasi. Pertama, jemaah calon haji tahun 2021 kemungkinan akan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi apabila belum dilakukan vaksinasi Covid-19. Kedua, jika belum divaksin, maka perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya untuk karantina jemaah, sebelum dan setibanya di Arab Saudi.

Ketiga, jika belum divaksin, maka jemaah harus melakukan PCR Swab saat karantina, sebelum dan setiba di Arab Saudi. Dan keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi, selama penerbangan dan selama di Arab Saudi, serta setibanya jemaah di Tanah Air yang dapat berefek pada cost penyelenggaraan ibadah haji. (nas)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar