Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Kanwil Kemenag Provinsi Bali Wujudkan KUA Sebagai Pusat Layanan Keagamaan Bagi Semua Umat

Kanwil Kemenag Provinsi Bali Wujudkan KUA Sebagai Pusat Layanan Keagamaan Bagi Semua Umat Ka Kanwil Launching Aplikasi LAYAK Foto by Sania

(Humas Bali) Menteri Agama RI mengeluarkan enam kebijakan prioritas yang disusun berdasarkan konfigurasi tugas dan fungsi semua unit eselon satu, instansi vertikal dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di lingkungan Kementerian Agama. Keenam kebijakan itu adalah penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, Cyber Islamic University (CIU), kemandirian pesantren, dan Religiosity Index (RI).

Pada tanggal 29 Mei 2021 Menteri Agama RI meresmikan kegiatan Pencanangan Program Revitalisasi KUA. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, maka Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni, segera merapatkan barisan dengan melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam. Dikaitkan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Layanan Kantor Urusan Agama Tahun 2021 yang digelar Kamis, 3 Juni 2021 bertempat di B Hotel Denpasar dilakukan pula Launching Pilot Project Revitalisasi KUA pada enam Kecamatan di Bali serta launching aplikasi LAYAK (Layanan Agama Kecamatan).

Kabid  Bimas Islam Arjiman dalam laporannya menyampaikan bahwa KUA sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik ada beberapa pokok penting fungsi dari KUA saat ini yaitu pertama KUA sebagai pusat keagamaan bagi semua umat, Kedua KUA sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, Ketiga KUA sebagai pusat data keagamaan, dan Keempat KUA sebagai rumah moderasi beragama.

Guna memudahkan layanan di KUA ini pula maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali melakui Bidang Bimas Islam mengembangkan Aplikasi LAYAK yang akan memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi keagamaan secara online.

Komang Sri Marheni selaku Ka Kanwil dalam arahannya menyampaikan bahwa meskipun umat Muslim di Bali merupakan minoritas namun dirinya ingin Bali tampil cepat dalam merespon arahan Menteri Agama yang merupakan salah satu dari kebijakan prioritasnya dalam melakukan Revitalisasi KUA. “Dari 100 KUA yang menjadi percontohan revitalisasi, terdapat dua KUA di Bali yaitu KUA Denpasar Timur dan KUA Denpasar Utara, namun dalam kesempatan ini saya ingin memberikan surat keputusan terhadap empat KUA lainnya yang akan menjadi pilot project dari Revitalisasi KUA yaitu KUA Denpasar Barat, KUA Tabanan, KUA Kintamani, dan KUA Jembrana. Namun, saya berharap 29 KUA lainnya di Bali segera mengikuto langkah revitalisasi ini.” Jelas Marheni.

“Saya berharap peran dari Kepala Kantor Kementerian Agama di Kabupate/kota dalam melakukan pengawasan. Libatkan seluruh penyuluh agama pada setiap kecamatan untuk memanfaatkan KUA sebagai sarana pembinaan umat.” Tegas ka Kanwil.

Lebih lanjut Ka Kanwil menyampaikan bahwa Menteri Agama mengharapkan KUA bukanlah hanya sebagai balai nikah saja, namun dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan moderasi beragama. Oleh karena itu, Ka Kanwil menciptakan Gemar Liga yaitu Gerakan Moderasi Beragama Lintas Agama yang akan ada pada setiap KUA di seluruh Bali.

Dalam kesempatan ini juga Ka Kanwil meresmikan aplikasi LAYAK yang akan terintegrasi dengan layanan Pelita pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Layak sendiri merupakan aplikasi online yang menyajikan informasi meliputi Pelayanan KUA, Data Keagamaan Terpadu, Dokumentasi Digital KUA, Manasik Haji Reguler, Gerakan Moderasi Beragama Lintas Agama, dan Inovasi layanan Publik.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar