Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Eny Yaqut Bicara Peran Ganda Perempuan di Bali

Eny Yaqut Bicara Peran Ganda Perempuan di Bali Eny Yaqut Menyapa peserta Pembinaan yang mengikuti secara daring Foto by Sania

(Humas Bali) Perempuan memiliki peran yang cukup signifikan. Perempuan mampu untuk mengerjakan beberapan pekerjaan sekaligus, bahkan saat ini perempuan mampu untuk berkarir dan mengurus rumah tangga. Hal inilah yang diangkat dalam Pembinaan Dharma Wanita Persatuan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang mengusung tema Peran Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama dalam Mendukung Bali Bangkit, Sabtu 5 Juni 2021 yang digelar di Westin Resort Nusa Dua Bali.

Menjadi semakin istimewa karena penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI Ibu Eny Yaqut hadir langsung dan memberikan motivasi kepada perwakilan anggota DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan anggota DWP Kementerian Agama se Bali yang diikuti secara daring.

Hj. Ninik Nurkhamid selaku Ketua DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan bahwa dimasa pandemi ini DWP Kementerian Agama Provinsi Bali tetap aktif untuk melakukan beberapa kegiatan seperti KISMI (Kegiatan Inspiratif Ibu Ibu dimasa Pandemi) yang dilakukan secara daring, serta aktifitas rutin sebagai ibu mendampingi putra putri dalam pembelajaran online. Selain itu juga DWP bersinergi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam program Berbagi Kasih untuk meringankan beban baik anggota maupun masyarakat di Provinsi Bali yang membutuhkan bantuan.

Menjadi kali pertamanya bagi Eny Yaqut bertemu secara tatap muka dengan anggota DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Meskipun masih pandemi yang memaksa pertemuan dibatasi dan dilakukan juga secara daring oleh anggota DWP pada Kabupaten/Kota se Bali, namun Eny berharap ada kesempatan lain lagi dapat bertemu secara langsung dengan semua anggota DWP Kemenag Bali.

Dalam kesempatan ini Eny Yaqut membangun suasana berbeda dalam pembinaan DWP, membangun suasana hangat dan kekeluargaan membuat seluruh anggota DWP yang hadir secara langsung terpukau dengan sosok inspiratifnya. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh anggota yang hadir mengenal lebih dekat sosok dari Eny Yaqut. Sosok yang tidak ingin disebut “Ibu Menteri” karena baginya Menteri adalah sebutan untuk Suaminya yang saat ini diamanahkan oleh Presiden, dirinya adalah tetap seorang Eny Retno.

Berbicara tema yang diangkat dalam pembinaan DWP kali ini yaitu Peran Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama dalam Mendukung Bali Bangkit, Eny berharap bahwa seluruh anggota DWP Kementerian Agama Provinsi Bali untuk mampu memanfaatkan segala situasi dengan berinovasi tidak hanya berdiam diri saja. “Perempuan dianugerahi kemampuan untuk mampu berperan ganda dalam kehidupan ini, mampu berkarir dan juga menjadi ibu rumah tangga” jelas Eny.

Bagi perempuan pekerja, yang memilih juga untuk mengambil peran diranah politik ataupun karir pasti akan ada sedikit rasa bersalah. Karena itu adalah stigma dari budaya masyarakat kita, namun, tuntutan keiudpan ini yang membuat kita harus melawan budaya masyarakat kita dengan kesalihan yang kita lakukan. Pilihan harus diambil dengan kebebasan dan tanggung jawab dan pertimbangan tidak meninggalkan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai seorang ibu dan istri didalam keluarga.

Guilty feeling ini terkadang sering mempersamai kita seorang perempuan yang mengambil peran ganda. Perempuan itu punya peran ganda sebagai insan yang produktif dan reproduktif. Akui kita punya kelebihan dan keterbatasan kita bukan wonder woman. Kecakapan kita untuk memilih mana yang prioritas itu penting. Kemenangan kecil yang bisa kita lakukan setiap hari harus kita rayakan. Terlebih dimasa pandemi seperti sekarang ini.” Jelas Eny.

Eny yaqut juga menyinggung fungsi perempuan dalam organisasi yaitu DWP ada pancadharma wanita dalam organisasi yaitu Wanita Sebagai Istri Pendamping Suami; Wanita Sebagai Ibu Rumah Tangga; Wanita Sebagai Penerus Keturunan dan Pendidik Anak; Wanita Sebagai Pencari Nafkah Tambahan; Wanita Sebagai Warga Negara dan Anggota Masyarakat. “Organisasi punya struktur yang sudah ditentukan dan dipastikan dimana istri ASN Kementerian Agama sebagai anggota DWP. Kita harus mengambil peran yang kita tidak minta. Kenapa kita tidak melakukan peran yang sudah diberikan kepada kita sebaik baiknya?” Ujar Eny.

Budaya sebutan atau panggilan jabatan suami terhadap diri pengurus DWP disoroti oleh Eny Yaqut. “Jangan panggil saya Ibu Menteri, karena yang menteri adalah suami saya yang diberikan amanah sebagai Menteri Agama oleh Presiden. Panggil saya Eny saja.  Nickname ini terkadang membuat lupa akan diri kita siapa sebenarnya. Ingatlah bahwa kita adalah pendamping suami. Tempatkan diri kita sebaik baiknya, dalam posisi sebenarnya.” Tegas Eny. (sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar