Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Ka Kanwil Ajak Calon Jemaah Haji Tangkal Hoax Terkait Pemberitaan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji

Ka Kanwil Ajak Calon Jemaah Haji Tangkal Hoax Terkait Pemberitaan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Ka Kanwil beri arahan kepada para peserta Foto by Sania

(Humas Bali) Menyikapi keputusan pemerintah terhadap penundaaan kembali pemberangkatan calon Jemaah haji tahun 1442 H/2021 M, Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Senin, 7 Juni 2021 menggelar Kegiatan Jagong Masalah Umrah dan Haji (JAMARAH) Angkatan II bertempat di Hotel Sunset 100, Kuta Bali.

Jamarah kali ini difokuskan untuk membahas terkait Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M. “Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah telah melakukan pertemuan secara virtual dengan perwakilan beberapa calon Jemaah haji yang batal berangkat dan mensosialisasikan KMA 660 Tahun 2021 tersebut” Jelas Abu Siri dalam laporannya.

Kegiatan Jamarah ini sendiri diikuti oleh 100 orang peserta dari unsur Penyelenggara Haji Kabupaten/Kota se Bali, KBIH se Bali, dan perwakilan calon jamaah haji batal berangkat. Kegiatan ini tentunya telah memperhatikan protokol kesehatan dengan baik.

Komang Sri Marheni selaku Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam arahannya menguatkan dan memberikan motivasi kepada calon Jemaah haji batal berangkat. “Rasa kecewa dan sedih itu pasti ada, namun mari kita maknai ini dengan keikhlasan dan meningkatkan kesabaran kita. Tuhan ini melihat tingkat kesabaran kita sebagai umat. Calon Jemaah haji yang batal berangkat selama dua tahun ini, adalah calon Jemaah haji yang kuat.” Ujar Marheni.

Ka Kanwil juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama membantu pemerintah dalam menangkal hoax terkait pemberitaan pembatalan haji di media sosial. “Walau ada maklumat dari Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji, namun belum ada nota kesepahaman penyelenggaraan ibadah haji dengan negara-negara pengirim jemaah haji, termasuk kuota.  Penyebaran covid-19 masih mengglobal. Bahkan kasus harian pekan terakhir Mei 2021 rata-rata masih cukup tinggi.” Jelas Ka Kanwil.

Lebih lanjut Marheni juga menegaskan kepada peserta bahwa dana jemaah haji aman dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dana pelunasan dapat kembali disimpan oleh BPKH atau ditarik oleh jemaah haji. terkait pembinaan terus dilakukan melalui manasik haji sepanjang tahun oleh berbagai elemen perhajian di masyarakat.

Pemerintah mengambil keputusan untuk membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021 M semata untuk melindungi jamaah bukan untuk menghambat Jemaah. Agar jemaah saat melaksanakan ibadah tanpa tekanan dan kekhawatiran. Ka Kanwil mengajak jemaah haji untuk tetao memperkaya manasik haji agar mampu menjadi Jemaah haji yang mandiri, sehingga mampu meringankan beban dari tugas petugas haji nantinya.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar