Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Evaluasi Persiapan Peringatan Iduladha, Menag Apresiasi Sosialisasi Masif yang Dilakukan Bali

Evaluasi Persiapan Peringatan Iduladha, Menag Apresiasi Sosialisasi Masif yang Dilakukan Bali Foto by Ulik

(Humas Bali) Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sabtu, 17 Juli 2021 melakukan rapat koordinasi secara virtual dengan agenda evaluasi persiapan peringatan Iduladha. Rapat virtual ini diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah se Indonesia. Yaqut Cholil Qoumas yang biasa disapa Gus Men mengingatkan seluruh jajarannya bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat titik krusialnya adalah peringatan hari raya Iduladha.

“Hari ini saya telah melakukan rapat koordinasi dengan Bapak Presiden, beliau memberikan arahan bahwa yang harus ditegaskan adalah pertama larangan mudik. Saya tegaskan lagi bahwa tidak boleh ada mudik selama Iduladha. Kedua supaya mengingatkan seluruh jajaran agar ada penekanan terhadap penyembelihan hewan kurban agar jangan memancing berkumpulnya orang” Ucap Gus Men

Menag juga menegaskan agar seluruh jajaran Kementerian Agama untuk mengambil peran yang cukup signifikan dalam sosialisasi SE No 17 Tahun 2021 terlebih mendekati Iduladha. Dalam kesempatan ini Gus Men menyampaikan apresiasi bagi Provinsi Bali yang telah luar biasa dalam melakukan sosialisasi masif SE Menag No 17 Tahun 2021. Gus Men menyampaikan dari data yang dilaporkan, Bali telah menyampaikan 12.000 laporan sosialisasi SE Iduladha.

Lebih lanjut Gus Men menyampaikan penanganan pandemi Covid 19 ini tidak bisa dilakukan sendiri harus dilakukan upaya kolaboratif. “Kita harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, TNI, POLRI, dan ormas agar kita benar benar bisa berkontribusi”. Ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni dalam laporannya kepada Gus Men menyampaikan bahwa menghadapi persiapan peringatan Iduladha, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali telah melaksanakan berbagai sosialisasi terhadap SE Menag No 17 Tahun 2021 antara lain publikasi visual dengan pemasangan baliho ditempat ibadah, KUA, dan Madrasah, serta publikasi berupa tayangan video yang disebarkan pada seluruh sosial media baik instansi maupun pribadi setiap ASN Kementerian Agama.

Selain itu Komang Sri Marheni juga menyampaikan untuk mengintensifkan sosialisasi, dirinya selalu melakukan monitoring dengan menggelar pertemuan virtual setiap hari dengan seluruh jajaran Kementerian Agama di Provinsi Bali. “Evaluasi selalu saya lakukan kepada jajaran Kabupaten/Kota, KUA, dan Madrasah berkenaan persiapan Iduladha dan pelaksanaan kurban” Ucap Marheni.

Selain itu juga Marheni memerintahkan seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melalui Bidang Bimbingan Masyarakat Islam dan KUA agar secara terus menerus melakukan edukasi agar untuk sementara melakukan ibadah dari rumah saja dan pelaksanaan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH).

“Dari hasil koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan jajaran Kementerian Agama dengan pemerintah daerah, telah disepakati bahwa tidak ada takbir keliling, serta adanya laporan kepala KUA bahwa sebagian besar masjid di Bali sepakat tidak menggelar sholat Iduladha, dan seluruh aktivitas pelaksanaan Iduladha ini akan diawasi oleh Satgas Covid 19 dan Babinsa” Ujar Ka Kanwil.

Lebih lanjut lagi Ka Kanwil juga menyampaikan terkait pelaksanaan kurban akan dilakukan di RPH namun, pada dua kabupaten yang memiliki RPH terbatas, akan melakukan pemotongan hewan kurban di masjid tentunya dengan diawasi oleh Satgas Covid 19 dan Babinsa. Sedangkan pendistribusian daging kurban sendiri diwajibkan untuk diantarkan kerumah masing masing masyarakat yang membutuhkan untuk menghindari berkumpulnya orang.

Atas laporan persiapan peringatan Iduladha di Bali ini, Gus Men menyampaikan apresiasi. “Dari laporan pada dashboard saya, Bali ini paling tinggi laporan sosialisasi SE 17, saya sangat mengapresiasi bentuk sosialisasi yang tidak hanya dilakukan secara offline tetapi juga dilakukan secara online dengan menggunakan media yang dikelolanya. Selain itu juga Provinsi Bali sendiri kita ketahui bersama paling tinggi tingkat vaksinasinya, jadi saya harap Bali tinggal menjaga saja agar tidak muncul cluster penyebaran Covid 19.” Ucap Gus Men.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar