Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Bangga, Tim Hipotesa MAN 1 Jembrana Sabet Emas Kompetisi Riset Nasional

Bangga, Tim Hipotesa MAN 1 Jembrana Sabet Emas Kompetisi Riset Nasional Foto by MAN 1 Jembrana

(Humas Bali) Pandemi bukan halangan untuk meraih prestasi. Ungkapan ini tidak berlebihan jika diberikan kepada Tim Penelitian Siswa Hipotesa MAN 1 Jembrana Bali. Terbaru, satu tim penelitian siswa meraih medali emas pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional bertajuk  ICHEVO NIPRO 2021 yang diselenggarakan oleh Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Awarding telah dilaksanakan secara virtual pada Hari Minggu, 01/08/2021. 

 Tim yang diketuai oleh M. Rizki Pratama dengan anggota Firjatullah Farnas Al-Falasany dan Agung Hafidz Haq Putrasani tersebut berkompetisi dengan 25 finalis dari seluruh Indonesia. Sebelumnya, pada babak penyisihan mereka harus menyisihkan 250 karya terbaik siswa SMA/MA dari seluruh Indonesia di bidang Teknik Kimia. 

Rizki didampingi kedua rekannya menjelaskan bahwa mereka tidak menyangka dapat memberikan medali Emas untuk MAN 1 Jembrana. Hal ini didasari karena persiapan antara penyisihan dan final sangat singkat. Mereka selain menyiapkan diri untuk mengikuti final ICHEVO, juga harus menyelesaikan proposal penelitian Madrasah Young Reasercher Supercamp (MYRES 2021). “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan tidak menyangka meraih medali emas pada kompetisi kali ini, mengingat persiapan yang sangat singkat. Terima kasih kepada Allah SWT, orang tua, pembina, Bapak Kepala Madrasah, dan seluruh Civitas Akademika MAN 1 Jembrana yang terus mendukung dan mendoakan kami mulai dari expo virtual hingga presentasi karya,” ungkap Rizki bersama kedua rekannya.

Lomba tersebut telah dilaksanakan selama enam hari dengan rangkaian kegiatan expo virtual, pameran karya, presentasi karya, dan penghargaan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara online. Ketiga siswa tersebut berinovasi dengan mencipatakan sebuah alat pembagi air bersih otomatis kepada pengungsi di daerah kebencanaan berbasis internet of thing (IoT). Ditambahkan oleh ketiga siswa tersebut, latar belakang mereka membuat alat ini adalah ketika mereka menemukan kenyataan pada saat terjadi bencana alam cenderung masyarakat akan berebut air bersih, sehingga masing-masing kepala keluarga tidak mendapat bagian air yang merata. “Kami mencoba berinovasi untuk menciptakan alat pembagi air bersih bagi korban bencana alam berbasis IoT. Kami berharap alat yang kami buat mampu membagi air bersih secara merata kepada yang membutuhkan, khususnya di daerah terdampak bencana,” tegas ketiganya. 

Sebagai pembimbing Tim Hipotesa MAN 1 Jembrana, Lilik Muntamah dan Khairul Yazid sangat bersyukur dan bangga atas capaian siswa binaannya. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian mereka. Pesan kami kepada seluruh siswa binaan, tetap rendah hati dan harus bersyukur, mengingat masih banyak kompetisi-kompetisi riset baik nasional maupun internasional yang harus diikuti,” jelas Lilik dan Yazid saat dihubungi via telepon. Tim pembimbing juga berharap inovasi yang telah dilahirkan oleh siswa MAN 1 Jembrana ini dapat dikembangkan, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas. “Dengan seperti itu, karya riset siswa tidak hanya sekadar untuk objek kompetisi, tetapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya. 

Kepala MAN 1 Jembrana, H. Agus Subagya, M.Pd. memberikan apresiasi terhadap prestasi yang diraih oleh ketiga siswa MAN 1 Jembrana tersebut. “Ini sebuah kebanggaan, karena di tengah keterbatasan yang disebabkan Pandemi Covid-19, siswa MAN 1 Jembrana tetap semangat untuk menggapai prestasi. Saya juga sangat mengapresiasi semangat dan inovasi yang dilakukan oleh guru pembimbing sehingga siswa yang dibina mampu memberikan hasil terbaik untuk MAN 1 Jembrana,” katanya saat dihubungi via telepon.  Disampaikan lebih lanjut, prestasi ini diharapkan mampu membangun motivasi dan semangat siswa lainnya untuk tetap berprestasi di tengah pandemi.

Agus juga menjelaskan sebagai ikon pendidikan Islam di Provinsi Bali, MAN 1 Jembrana harus terus melakukan inovasi pendidikan guna mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. MAN 1 Jembrana terus berbenah untuk mencapai dan menjadi madrasah yang unggul disegala bidang. “Kedepannya dalam meningkatkan prestasi baik akademik maupun nonakademik, MAN 1 Jembrana akan berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak lain untuk mencapai MAN 1 Jembrana Hebat, Bermartabat, Berkelas Dunia, Bersih, dan Berprestasi,” tegasnya.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar