Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Ajak Seluruh Jajaran Mekeber, Ka Kanwil Sosialisasikan Gerakan Anti Gratifikasi

Ajak Seluruh Jajaran Mekeber, Ka Kanwil Sosialisasikan Gerakan Anti Gratifikasi Arahan Ka Kanwil Foto by Ulik

(Humas Bali) Upaya memperkuat integritas pada seluruh jajaran Kementerian Agama baik di Kantor Wilayah maupun Kabupaten/Kota di Bali Kamis, 5 Agustus 2021 tim Reformasi Birokrasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar kegiatan Sosialisasi Anti Gratifikasi. 

Dilaksanakan secara virtual, sosialisasi ini digelar untuk menyamakan persepsi terhadap gratifikasi dan kita selaku ASN Kementerian Agama mampu dengan tegas menolak pemberian gratifikasi sehingga kita mampu memberikan pelayanan  yang transparan, mudah dan akuntabel. Sosialisasi Anti Gratifikasi ini merupakan upaya penguatan pelayanan publik di Kementerian Agama, penguatan pengelolaan keuangan dan penguatan integritas di Kementerian Agama Provinsi Bali.

Gratifikasi menurut berbagai penelitian dan penemuan di lapangan adalah merupakan pintu masuk menuju tindakan korupsi, gratifikasi memang tidak semua akan mengarah kepada tindakan korupsi, tetapi gratifikasi ibarat nikotin dalam rokok, yang akan memberikan efek ketergantungan dari biasa menjadi pembiasaan, dari pembiasaan jadi budaya. Gratifikasi merupakan pemberian dalam arti luas. Undang-Undang memberikan kewajiban kepada PNS dan/atau Penyelenggara Negara untuk melaporkan pada PPK setiap penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajiban penerima. Jika gratifikasi yang dianggap pemberian suap tersebut, tidak dilaporkan pada KPK, maka akan terdapat resiko pelanggaran hukum baik pada ranah administratif ataupun pidana.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Komang Sri Marheni dalam kesempatan ini pun mencanangkan gerakan MEKEBER yang merupakan akronim dari MEmbumikan KEmenag BErsih. Bersih disini yang dimaksud adalah bersih hati, bersih lisan, dan bersih tindakan. 

“Gratifikasi merupakan akar dari korupsi, saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama di Provinsi Bali untuk turut andil mewujudkan Indonesia Anti Korupsi melalui gerakan MEKEBER ini. Memberantas korupsi tidak cukup dengan regulasi saja, tetapi juga harus membangun mental dan moralitas setiap individu. Sehingga sosialisasi semacam ini dirasa penting untuk memberikan pengertian tindakan tindakan korupsi dan gratifikasi” Ucapnya.

Lebih lanjut Ka Kanwil mengajak seluruh ASN Kementerian Agama Provinsi Bali untuk bersama bergandengan tangan menyatukan hati dalam membangun negeri untuk mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dan mampu mengangkat martabat dari Kementerian Agama.

Kementerian Agama memiliki beberapa pelayanan yang berpotensi terhadap pemberian gratifikasi yaitu pada pelayanan haji, pelayanan KUA, pelayanan di Madrasah dan pada bagian sekretariat yaitu pada sistem promosi jabatan. Untuk itu Nurkhamid selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menekankan untuk seluruh pihak paham apa itu gratifikasi sehingga mampu dengan tegas menolak tindak gartifikasi dan memahami bahwa gratifikasi itu terlarang.

Sosialisasi anti gratifikasi ini diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan Kementerian Agama se Bali melalui platform virtual meeting dan live streaming. Selain pemaparan dari Kepala Kanwil, sosialisasi pun diisi dengan penyampaian materi dari Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sosialisasi Anti Gratifikasi ini merupakan kegiatan berjenjang dimana, sebelumnya Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI telah menggelar sebelumnya dan diharapkan selanjutnya pada satker dibawah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali mampu menggelar sosialisasi ini pula.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar