Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Membuka Dialog Intern Bidang Urusan Agama Hindu, Ini Pesan Ka.Kanwil

Membuka Dialog Intern Bidang Urusan Agama Hindu, Ini Pesan Ka.Kanwil

        Kegiatan Dialog Intern Bidang Urusan Agama Hindu yang digelar Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dengan tema “Melalui Dialog Kerukunan Kita Kuatkan Toleransi dan Moderasi Beragama” dilakasanakan di Wisama Sejahtera Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Rabu,  24 November 2021 bertujuan untuk Meningkatkan Kerukunan pegawai beserta para tokoh  agama Se-Bali, Meningkatkan Pengetahuan Manajemen pegawai beserta para tokoh agama, Meningkatkan Kepekaan Sosial, Mengidentifikasi permasalahan di tiap Desa Pakraman dan Menyamakan persepsi dalam menyelesaikan masalah serta kasus-kasus yang terjadi baik ekstern maupun intern para pegawai dan para tokoh Agama di Bali.

        Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Hindu, Drs. Ida Bagus Nyoman Gde Suastika, M.Si melalui laporannya kepada Direktur Urusan Agama Hindu, Trimo, S.Pd, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si yang akan memberikan arahan dan membuka kegiatan, perwakilan PHDI Provinsi Bali dan Kausbdit Kelembagaan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI.

        Menurut Ka.Bid Ura Hindu, maksud dari kegiatan ini adalah memfasilitasi ASN Kementerian Agama  di Kanwil dan Kab/Kota se-Bali yang hadir sebagai peserta beserta para Tokoh Agama sebagai salah satu Lembaga Umat Hindu di Bali untuk dapat berdialog  dan berkoordinasi. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan dialog dua arah.

        Kepada 50 peserta kegiatan yang teridiri dari ASN Bidang Ura Hindu Kanwil Kemenag Prov.Bali serta Kasi Ura Hindu, Koordinator Penyuluh Agama Hindu dan Ketua PHDI kabupaten/kota se-Bali, Ka.Kanwil, Komang Sri Marheni menyampaikan bahwa Keberadaan Tokoh Agama di Bali memberi kontribusi dalam terwujudnya sistem kerukunan yang dijaga dijiwai filosofi ajaran Agama Hindu Tat Twam Asi, serta konsep hidup, segilik seguluk sabayantaka dan paras paros sarpanaya, yang selanjutnya konsep-konsep tersebut perlu dipertebal kembali dalam penerapannya. Filosofi dan konsep-konsep ini adalah Tradisi kerukunan dalam perspektif agama, adat dan Budaya Bali yang memberikan corak yang khas dibandingkan dengan kehidupan sosial adat dan tradisi di nusantara.

        “Sensitifitas prajuru, tokoh agama beserta para penyuluh agama Hindu dalam dinamika kehidupan sosial saat ini perlu dimiliki dan ditingkatkan seiring kemajuan era digital, agar dapat  mengajegkan Bali yang relegius dan spiritual sebagai warisan budaya dunia (World Heritage).  Maka dari itu penguatan Moderasi Beragama yang merupakan program prioritas Kementerian Agama perlu diformulasikan dan dibangun dengan harmonis serta ditumbuh kembangkan di tengah kehidupan sosial di Bali. Ini adalah tugas kita bersama, peran tokoh agama Hindu dan penyuluh agama Hindu yang bersentuhan secara langsung dengan masyarakat sangat penting dalam mengemas komunikasi supaya kedamaian tercipta “ ungkap Ka.Kanwil.

        Ka.Kanwil juga menginstrusikan kepada jajarannya agar meningkatkan kualitas pelayanan yang dimulai dari Penguatan Sistem Manajemen Kinerja, Program Prioritas Kementerian Agama dan Akselerasi Digitalisasi Pelayanan dengan membuat program-program inovatif yang dapat menjadi unggulan. Secara garis besar Akselerasi Digitalisasi Pelayanan merupakan Percepatan Pelayanan Publik yang telah dibangun secara bertahap dengan berbagai inovasi yang menyasar kepada peningkatan kualitas pelayanan publik yang dirangkum menjadi satu melalui aplikasi PELITA.

        Mengakhiri sambutannya Ka.Kanwil berpesan kepada para peserta yang hadir di kegiatan ini agar dapat menularkan hasil yang di dapat dari kegiatan ini dan meminta untuk mengawal Moderasi Beragama agar toleransi dan kerukunan dapat terjaga di Pulau Bali yang merupakan barometer kerukunan umat beragama.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar