Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Kerukunan Adalah Harga Mati

Kerukunan Adalah Harga Mati

(Inmas Bali) Menjelang hari raya suci Nyepi Tahun Çaka 1938 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Lintas Lembaga Keagamaan dan Instansi terkait pada hari Selasa, 16 Februari 2016 yang di pusatkan di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi  Bali. Hadir dalam Rapat Koordinasi ini perwakilan dari Kapolda Bali, perwakilan dari Kantor Kesatuan Kebangsaan dan Politik Bali, Biro Kesra Prov. Bali, Komandan Koren 163/Wirasatya Denpasar, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Prov Bali, Ketua Majelis Utama Desa Pakraman Prov Bali, Pimpinan Majelis-majelis  Agama Provinsi Bali, dan seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se-Bali.


Digelarnya rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi agar Hari Raya Suci Nyepi yang jatuh pada tanggal 9 Maret 2016 nanti, dapat terlaksana dengan aman dan kondusif. Menurut kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Pusat melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, bertepatan dengan tanggal 9 Maret 2016 (di saat Umat Hindu menjalani brata penyepian)  akan terjadi peristiwa alam yaitu gerhana matahari mulai pukul 06.19 WIB hingga pukul 08.31 WIB. Adapun puncak gerhana total terjadi pukul 07.21 WIB. Melalui pertemuan ini perlu mendengar penjelasan dari Pimpinan Majelis Agama, apakah ada ritual agama yang harus  dijalani oleh Umat  ketika terjadi gerhana matahari. Penjelasan ini menjadi penting agar rumusan seruan bersama yang disusun nanti bisa menampung kepentingan seluruh umat beragama.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak AA Gd Muliawan, S.Ag, M.Si dalam sambutannya menyampaikan toleransi beragama merupakan kelanjutan dari sikap pengakuan para penganut agama terhadap agama yang ada diluar keyakinannya. Begitu pula kerjasama antar lembaga agama dan keagamaan, serta ormas keagamaan dalam menghadapi berbagai persoalan keagamaan. Saling bekerjasama  antar penganut dan kelompok agama merupakan puncak dari sikap saling mengakui dan saling menghormati antar pemeluk agama. Sikap saling mengakui, menghormati dan menghargai harus diwujudkan dalam kerjasama antar umat beragama. Keharmonisan kehidupan beragama yang sejati itulah yang kita dambakan.


Ketua FKUB Bapak Ida I Dewa Gede Ngurah Swastha, SH menyampaikan bahwa indeks prestasi terhadap kerukunan hidup umat beragama sudah mencapai nilai 78 dan merupakan nilai yang cukup baik, namun prestasi seperti ini masih dirasakan belum cukup, karena menurut beliau nilai yang harus dicapai oleh Indonesia adalah 90. Sementara terhadap kerukunan umat beragama yang ada di Provinsi Bali, telah baik tercipta dan harus dipelihara dengan baik. Kerukunan merupakan harga mati, ungkap beliau. Karena jika kerukunan hidup umat beragama telah tercipta maka, kelangsungan hidup masyarakat akan terjalin dengan baik.


Hasil dari rumusan seruan bersama ini dibahas melalui forum diskusi yang dipimpin oleh Kepala Kementerian Agama Kab. Badung dan akan di sahkan oleh Gubernur Bali yang nantinya akan disebar luaskan melalui media cetak dan elektronik untuk dapat di jadikan acuan. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali dan Ketua FKUB Provinsi Bali mengharapkan kepada seluruh perwakilan yang ada dalam rapat koordinasi ini dapat bekerja sama dalam menjaga rangkaian perayaan hari raya suci Nyepi agar dapat terlaksana dengan aman dan khidmat.(sn)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar