Karangasem (Kemenag) - Pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem terus dikebut. Selain sebagai pusat layanan bagi jemaah haji dan umrah, PLHUT dibangun juga sebagai simbol warisan kebaikan bagi generasi selanjutnya.
Demikian arahan yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, saat kegiatan Evaluasi Pembangunan PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Aula Kemenag Karangasem, Kamis (14/8/2025). Turut hadir Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Mahmudi, jajaran pejabat di lingkungan Kemenag Karangasem, konsultan perencana, konsultan pengawas, kontraktor pelaksana dan tim teknis Dinas PUPR-Perkim Provinsi Bali.
Menurut Kakanwil, banyak angan-angan yang akan dibangun di lahan yang saat ini menjadi lokasi pembangunan PLHUT. ”Dulu ada beberapa keinginan pembangunan di lokasi tersebut, pusat kerukunan, lahan parkir sampai ingin jadi gedung serbaguna. Namun ternyata jodohnya adalah PLHUT sehingga saya berharap pembangunannya dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ujar Sri Marheni.
Kakanwil juga menegaskan bahwa bangunan PLHUT bukan hanya sekedar bangunan pelayanan, tetapi merupakan wajah dari Kementerian Agama. Pembangunannya juga diharapkan dapat menjadi media perbaikan layanan di masa mendatang, jemaah haji di Karangasem dapat merasakan pelayanan yang nyaman, cepat, mudah dan membahagiakan.
”PLHUT ini adalah warisan kebaikan bagi generasi penerus berikutnya. Jadi saya meminta untuk dilakukan pembangunan sebaik-baiknya. Perencanaan yang baik adalah separoh dari kesuksesan, dan separoh lainnya adalah komitmen dan konsistensi kita dalam pengerjaan kegiatan. Kami menanti komitmen para pelaksana konstruksi untuk membangun sesuai harapan kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, dalam laporannya, Pejabat Pembuat Komitmen, Qurbani, menyatakan bahwa pekerjaan pembangunan yang dimulai 2 Juni 2025 diharapkan selesai pada 29 Oktober 2025, atau selama 150 hari kalender. Sampai pekan ke-10, progress pembangunan mencapai 30,168 % dari target 35,102 %. Dengan demikian, terjadi deviasi minus mencapai -4,935 %.
Dari pemaparan pelaksana konstruksi, ada dua penyebab progress report terjadi deviasi minus, yaitu keterlambatan ngecor karena sempat terkendala cuaca dan lambatnya distribusi material semen dari luar Bali karena gangguan di pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk pada awal sampai pertengahan bulan Agustus 2025. ”Kami berharap deviasi minus itu dikejar pada pekan-pekan berikutnya sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai target,” ujar Qurbani. (nas)


Informasi Penting
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 14:49 WITA
- 13 Jan 2026
- Provinsi
-
- 11:08 WITA
- 23 Des 2025
- Provinsi
-
- 12:19 WITA
- 12 Sep 2025
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaSE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026
PMA No 23 Tahun 2021 tentang Pengendalian Gratifikasi
SURAT EDARAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 42 TAHUN 2025
Informasi Kerukunan di Bali