Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Menggagas PAUD Holistik Integratif, Kemenag Beri Penguatan Guru RA di Bali dengan Kolaborasi Lintas Sektor

Menggagas PAUD Holistik Integratif, Kemenag Beri Penguatan Guru RA di Bali dengan Kolaborasi Lintas Sektor

Jimbaran (Kemenag) - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini. Pada Kamis (4/12/2025), Program Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan RA V resmi digelar di Platinum Hotel Jimbaran Beach, Bali, mengusung tema “Mainstreaming Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) Berbasis Kurikulum Cinta.”

Kegiatan ini diikuti lintas institusi yang mencerminkan pendekatan kolaboratif dan integratif. Hadir perwakilan dari Kepolisian Resort Badung dan Tabanan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan dan Kota Denpasar, Dinas Kesehatan dari berbagai wilayah, serta para guru RA se-Bali, termasuk dari Jembrana, Bangli, Gianyar, Buleleng, Tabanan, dan Denpasar. PW IGRA Provinsi Bali juga turut mendukung kegiatan ini.

Ketua Tim Fasilitasi GTK Madrasah, Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Noer Yasin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta, terutama dari Kabupaten Jembrana.

“Kami memberikan penghargaan yang tinggi kepada para peserta yang tetap hadir meskipun harus menghadapi kendala jembatan rusak. Ini bukti nyata komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, terutama pendidikan inklusif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kapasitas guru RA, MI, MTs, dan MA di Bali.

Meski dilaksanakan satu hari penuh, kegiatan ini memberikan cakrawala baru tentang pengembangan kurikulum, termasuk konsep kurikulum berbasis cinta. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dan menjadi kontribusi nyata bagi guru layanan inklusi,” tambahnya.

Tantangan Besar, SDM Terbatas, Komitmen Tak Surut

Kasubdit Bina GTK RA Direktorat GTK Madrasah, Wahyudi Jafar, yang hadir mewakili Direktur GTK, Dr. H. Fesal Musaad, mengungkapkan realitas keterbatasan sumber daya di tingkat pusat.

Pejabat yang menangani RA di pusat tidak lebih dari sepuluh orang, sementara lembaga dan guru RA mencapai ratusan ribu. Dengan keterbatasan itu, kami sangat bersyukur dapat hadir dan membersamai Bapak/Ibu di Bali untuk mainstreaming PAUD HI yang kelima,” jelasnya.

Wahyudi juga menyampaikan permohonan maaf dari Direktur GTK yang berhalangan hadir.

“Semula beliau telah mengonfirmasi kehadiran, namun adanya agenda mendesak persiapan Malam Puncak Hari Guru Nasional membuat beliau menugaskan kami untuk mewakili,” tuturnya.

Dalam paparannya, Wahyudi menegaskan bahwa PAUD Holistik Integratif merupakan kebijakan lintas sektor.

“PAUD HI melibatkan delapan kementerian/lembaga. Kemenag hanya mendapat porsi kecil dan belum memiliki alokasi anggaran khusus. Namun melalui kerja sama dan regulasi seperti Keputusan Dirjen Nomor 5443, kami terus mendorong implementasinya,” ujarnya.

Ia juga menyinggung rencana besar pemerintah untuk menerapkan wajib belajar 13 tahun mulai 2026, yang memasukkan RA sebagai bagian dari pendidikan wajib.

Kesiapan dari aspek sarpras, kompetensi guru, hingga pembiayaan harus diperkuat. Regulasi kita cukup kuat, tetapi dukungan anggaran masih perlu diperjuangkan,” ungkapnya.

Bali Berperan dalam Peta Jalan Nasional PAUD HI

Wahyudi berharap kegiatan di Bali dapat menjadi masukan penting untuk penyusunan roadmap nasional PAUD HI yang saat ini sedang dalam proses harmonisasi.

“Kami membutuhkan masukan daerah. Bali menjadi salah satu provinsi yang kami harapkan memberi perspektif untuk pengembangan layanan inklusif dan PAUD HI ke depan,” tegasnya.

Kolaborasi untuk Pendidikan Anak Usia Dini yang Lebih Baik

Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsurpendidikan, kesehatan, sosial, kepolisian, serta posyanduuntuk membangun pemahaman bersama tentang arah kebijakan PAUD HI dan penguatan layanan inklusif.

Di penghujung sesi, para peserta menyampaikan antusiasme dan harapannya agar program pembinaan dan penghargaan bagi guru, terutama guru inklusi, dapat diperkuat kembali pada 2026.

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen tinggi dari seluruh pemangku kepentingan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi, tetapi juga tonggak penting dalam memperkuat pendidikan anak usia dini holistik integratif di Indonesia, khususnya Bali. (sn)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar