Tangerang (Kemenag) --- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2025 yang digelar pada 16–17 Desember 2025 di Hotel Atria Gading Serpong, Tangerang, menjadi forum strategis untuk menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia umat agar adaptif menghadapi tantangan digital dan global. Rakernas bertema “Mempersiapkan Umat Masa Depan” ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran aparatur Kementerian Agama dalam mendukung kebijakan pemerintah secara arif dan bertanggung jawab.
Membuka Rakernas tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran aparatur Kementerian Agama sebagai juru bicara pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, ASN Kemenag dituntut mampu menempatkan diri secara proporsional dalam berkomunikasi, tidak bersikap pasif saat masyarakat membutuhkan penjelasan, namun juga tidak terjebak pada pola komunikasi berlebihan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan. Hal tersebut disampaikannya di Gading Serpong, Selasa (16/12/2025).
Menag menekankan bahwa komunikasi yang tepat, terukur, dan beretika akan membantu masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah. Ia meyakini kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk kepentingan jangka panjang bangsa akan lebih mudah diterima publik apabila disampaikan secara bijak dan argumentatif.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i serta jajaran pejabat eselon I, II, dan III Kementerian Agama, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Wayan Serinada dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag serta Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri,
Dalam arahannya, Nasaruddin juga mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama melihat kondisi bangsa secara objektif dan penuh rasa syukur. Ia menilai posisi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang relatif kuat, tercermin dari keanggotaan Indonesia dalam G20, inflasi yang terkendali, serta pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran lima persen. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat meningkat mendekati enam persen pada semester pertama 2026.
Menag turut menyoroti berbagai program strategis pemerintah di bidang pembangunan sumber daya manusia, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan. Ia mencontohkan kehadiran Sekolah Rakyat gratis dengan fasilitas memadai, mulai dari sarana belajar, perangkat teknologi, hingga pemenuhan gizi harian, sebagai bentuk nyata perhatian negara terhadap masa depan generasi bangsa. Di sektor kesehatan, pemerintah juga menghadirkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta memperluas pembangunan rumah sakit di berbagai wilayah.
Menag mengapresiasi penanganan bencana di Aceh dan Sumatra yang dinilainya berlangsung cepat dan mandiri melalui sinergi lintas sektor. Efisiensi anggaran serta kolaborasi TNI, Polri, BNPB, dan masyarakat disebutnya sebagai contoh penanganan darurat yang efektif dan mendapat perhatian dunia internasional.
"Jangan sampai kebaikan dan keistimewaan negeri ini justru dinafikan oleh kita sendiri. Bersyukur atas kondisi bangsa saat ini adalah sebuah kewajiban," tuturnya.
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam Rakernas ini, Kementerian Agama menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kementerian Koperasi terkait penguatan koperasi berbasis keagamaan. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono,
Nota Kesepahaman tersebut mencakup pembentukan dan pengembangan koperasi di rumah ibadah, madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, serta perguruan tinggi keagamaan. Kerja sama ini juga meliputi peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, literasi perkoperasian, hingga pengembangan kapasitas usaha koperasi.
“Kami berharap melalui nota kesepahaman ini, Kementerian Koperasi bersama Kementerian Agama dapat terus mendorong pendirian dan pengembangan koperasi di lingkungan pondok pesantren. Kami akan membantu pendampingan, inkubasi, bahkan pembiayaannya,” ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Ia menambahkan, banyak koperasi pondok pesantren yang telah berkembang signifikan dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Potensi tersebut dinilai perlu diperluas dan diperkuat melalui dukungan kebijakan serta pembiayaan berkelanjutan agar koperasi pesantren dapat menjadi penggerak ekonomi umat sekaligus pilar kemandirian ekonomi nasional.
Dalam Rakernas ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid turut menyampaikan pandangannya. Ia menilai tema Rakernas Kemenag 2025 sangat relevan dengan kebutuhan bangsa, khususnya dalam menyiapkan umat agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis yang kian cepat, termasuk tuntutan penguasaan teknologi, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan daya saing global. Abdul Wachid menegaskan Komisi VIII DPR RI terus mendukung peran Kementerian Agama melalui penguatan regulasi dan kebijakan pendidikan keagamaan yang berangkat dari serap aspirasi berbagai daerah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengapresiasi komitmen Komisi VIII DPR RI dalam mendukung program serta penguatan anggaran Kementerian Agama. Ia menyebut relaksasi anggaran tahun 2025 yang hampir mencapai 100 persen tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara Kemenag dan Komisi VIII DPR RI.
Selain membahas agenda strategis ke depan, Rakernas Kemenag 2025 juga menjadi momentum reflektif atas berakhirnya salah satu mandat besar Kementerian Agama, yakni penyelenggaraan ibadah haji. Penyelenggaraan haji tahun 2025 tercatat sebagai penutup tugas Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama sebelum tanggung jawab tersebut beralih ke Kementerian Haji dan Umrah pada tahun berikutnya.
Sebagai dokumentasi perjalanan dan memori kolektif penyelenggaraan haji Indonesia, Ditjen PHU Kementerian Agama merilis buku Haji Indonesia Era Kementerian Agama dalam rangkaian Rakernas di Tangerang Selatan. Buku tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal PHU Hilman Latief kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin.
Direktur Jenderal PHU Hilman Latief menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan haji terakhir yang ditangani Kementerian Agama. Menurutnya, haji 2025 merupakan tantangan besar yang berhasil dilaksanakan dengan baik dan memperoleh apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi, dengan tingkat kepuasan jemaah yang tetap sangat memuaskan.
Sumber : Kompilasi berita www.kemenag.go.id
Editorial : Cok Agung



Informasi Penting
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 14:49 WITA
- 13 Jan 2026
- Provinsi
-
- 11:08 WITA
- 23 Des 2025
- Provinsi
-
- 12:19 WITA
- 12 Sep 2025
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaSE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026
PMA No 23 Tahun 2021 tentang Pengendalian Gratifikasi
SURAT EDARAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 42 TAHUN 2025
Informasi Kerukunan di Bali