Denpasar (Kemenag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Senin (5/1/2026), menggelar acara Temu Kenal dan Silaturahmi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang baru, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M. Kegiatan ini menjadi momentum awal penguatan sinergi lintas agama dan konsolidasi internal Kementerian Agama di awal tahun 2026.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, para tokoh lintas agama, Kepala Bidang dan Pembimas di lingkungan Kanwil Kemenag Bali, seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Bali, Kepala Subbag Tata Usaha, Dharma Wanita Persatuan, serta insan media.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Bali, Syarif Hidayatullah, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan Temu Kenal dan Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menyamakan visi dan semangat kerja antara pimpinan dengan seluruh jajaran Kementerian Agama di Provinsi Bali.
“Kegiatan ini menjadi awal penguatan sinergi dan kolaborasi untuk mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” jelas Syarif.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Provinsi Bali saat ini mencapai 3.437 orang. Kanwil Kemenag Bali, lanjutnya, terus menunjukkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani melalui berbagai capaian zona integritas serta prestasi pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, diperkenalkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang baru, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., yang hadir bersama Ibu Gusti Ayu Made Lasmini. Selain itu, turut diperkenalkan para pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Bali serta para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Bali sebagai penggerak utama pelaksanaan kebijakan dan layanan keagamaan di daerah.
Dalam sambutannya, Sunartha menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas agama dalam menjaga kerukunan dan kebinekaan di Bali. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya di Bali merupakan amanah negara yang harus dijalankan sesuai dengan kebijakan Presiden dan arahan Menteri Agama Republik Indonesia.
“Kementerian Agama tidak bisa bekerja sendiri. Umat berada dalam binaan organisasi dan lembaga keagamaan. Karena itu, kerukunan umat beragama hanya dapat terwujud melalui sinergi, kolaborasi, dan saling menghormati antarumat beragama,” tegas Sunartha.
Menurutnya, semakin seseorang mendalami ajaran agamanya, maka semakin tinggi pula sikap toleransinya. Ia juga menekankan pentingnya membedakan praktik beragama secara personal, komunal, dan kebangsaan agar perbedaan keyakinan tidak menjadi sumber gesekan sosial, terutama di tengah momentum perayaan hari besar keagamaan yang kerap berdekatan.
“Sesungguhnya, keenam agama yang diakui di Indonesia semuanya mengajarkan cinta kasih dan kedamaian. Tujuan semua agama adalah sama, yakni menginginkan kehidupan yang damai. Karena itu, damai harus menjadi ikon dan komitmen kita bersama,” ujarnya.
Sunartha juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan empati dan solidaritas, khususnya bagi daerah-daerah yang sedang dilanda bencana. Ia mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan melampaui sekat agama dan golongan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat lintas agama, baik dari organisasi kemasyarakatan maupun organisasi keagamaan, untuk bersama-sama menjaga Bali yang telah dikenal luas di mata dunia.
“Siapapun yang tinggal dan hidup di Bali, mari kita jaga Bali bersama-sama. Menjaga Bali tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga iman, budaya, seni, dan pendidikan,” ungkapnya.
Ia menaruh harapan besar pada peran pendidikan agama dalam membangun peradaban yang modern, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai luhur. Menurutnya, generasi milenial dan generasi Z perlu terus didorong agar semakin meningkatkan penghayatan dan pengamalan ajaran agamanya di tengah derasnya arus globalisasi.
“Bapak Menteri berpesan kepada saya tentang pentingnya mendekatkan umat kepada agama yang dianutnya masing-masing. Semakin seseorang mendalami agamanya, ia akan semakin toleran,” kata Sunartha.
Disampaikan pula bahwa sebelum kegiatan ini dilaksanakan, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali telah melakukan audiensi dengan Gubernur Bali sebagai langkah awal menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor.
Melalui kegiatan Temu Kenal dan Silaturahmi ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali berharap terbangun kebersamaan sebagai satu keluarga besar dalam menjaga Bali sebagai wilayah yang damai, rukun, dan harmonis dalam keberagaman.(sn)




Informasi Penting
-
- 22:18 WITA
- 12 Mar 2026
- Provinsi
-
- 12:08 WITA
- 04 Mar 2026
- Provinsi
-
- 20:18 WITA
- 27 Peb 2026
- Provinsi
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaDaftar Rumah Ibadah Ramah Pemudik Provinsi Bali Tahun 2026
SE Sekjen Kemeterian Agama Nomor 5 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN Kemenag pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri
Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026 yang Bertepatan dengan Malam Takbiran Idulfitri Tahun 1447 Hijriah/ 2026 Masehi
SE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026