Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Persembahyangan Puja Trisandya, Kakanwil Kemenag Bali Tekankan Implementasi Dharma dan Ekoteologi

Persembahyangan Puja Trisandya, Kakanwil Kemenag Bali Tekankan Implementasi Dharma dan Ekoteologi

Denpasar (Kemenag) — Seluruh anggota Suka Duka Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melaksanakan Persembahyangan Puja Trisandya pada Selasa (6/1/2025) bertempat di Pura Dharma Bhakti, lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus sebagai upaya pembinaan rohani bagi pegawai Hindu di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Bali. Persembahyangan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedinasan.

Persembahyangan Puja Trisandya dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Gusti Made Sunartha. Usai pelaksanaan persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan Rohani.

Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa ajaran dharma tidak cukup dipahami secara konseptual, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pelaksanaan kewajiban dengan penuh kesadaran.

“Kita tidak hanya memahami dharma sebagai ajaran, tetapi menghidupkannya dalam pelaksanaan kewajiban sehari-hari dengan penuh kesadaran. Ketika kewajiban dilaksanakan secara sadar, itulah dharma,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ekoteologi mengajarkan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Manusia sebagai bagian dari alam memiliki kewajiban untuk menjaga keseimbangan, baik dalam lingkup keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Kesadaran spiritual yang tumbuh dari dalam diri diharapkan mampu membentuk pribadi aparatur yang berintegritas, beretika, dan bertanggung jawab.

“Kehidupan mengajarkan kita tentang keseimbangan, seperti gelombang lautan yang terus bergerak naik dan turun. Dari sana kita belajar pengendalian diri dan kebijaksanaan,” jelasnya.

Kakanwil juga menekankan pentingnya introspeksi diri sebagai bagian dari praktik dharma. Ia mengingatkan agar setiap individu tidak mudah menyalahkan pihak lain, melainkan memulai dari diri sendiri dalam menjalankan kewajiban, meskipun di tengah kesibukan, tekanan, dan berbagai tantangan kehidupan.

“Saya mencocokkan diri saya terlebih dahulu, bukan orang lain. Ketika kewajiban dijalankan dengan tulus dan penuh tanggung jawab, di situlah nilai dharma hadir,” tegasnya.

Dalam konteks kehidupan keluarga dan sosial, Kakanwil mengajak seluruh pegawai untuk membangun komunikasi yang baik, saling memahami peran, serta menumbuhkan empati dan kesabaran, khususnya dalam kehidupan rumah tangga. Hal tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup Dharma Wacana, Kakanwil menegaskan bahwa ekoteologi tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan alam secara fisik, tetapi juga mencakup hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan sebagaimana konsep Tri Hita Karana. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, serta dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur Kementerian Agama.

Kegiatan Persembahyangan Puja Trisandya dan Dharma Wacana ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai spiritual, etika, serta tanggung jawab ekologis pegawai Hindu di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.

 

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar