Denpasar (Kemenag) — Seluruh anggota Suka Duka Hindu Kantor
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melaksanakan Persembahyangan Puja
Trisandya pada Selasa (6/1/2025) bertempat di Pura Dharma Bhakti, lingkungan
Kanwil Kemenag Provinsi Bali.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti kepada Ida
Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus sebagai upaya pembinaan rohani bagi pegawai
Hindu di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Bali. Persembahyangan berlangsung
dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, menjadi sarana untuk menumbuhkan
kesadaran spiritual dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
kedinasan.
Persembahyangan Puja Trisandya dipimpin langsung oleh Kepala
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Gusti Made Sunartha. Usai
pelaksanaan persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan Rohani.
Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa ajaran dharma
tidak cukup dipahami secara konseptual, melainkan harus diwujudkan dalam
tindakan nyata melalui pelaksanaan kewajiban dengan penuh kesadaran.
“Kita tidak hanya memahami dharma sebagai ajaran, tetapi
menghidupkannya dalam pelaksanaan kewajiban sehari-hari dengan penuh kesadaran.
Ketika kewajiban dilaksanakan secara sadar, itulah dharma,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa ekoteologi mengajarkan
pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.
Manusia sebagai bagian dari alam memiliki kewajiban untuk menjaga keseimbangan,
baik dalam lingkup keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
Kesadaran spiritual yang tumbuh dari dalam diri diharapkan mampu membentuk
pribadi aparatur yang berintegritas, beretika, dan bertanggung jawab.
“Kehidupan mengajarkan kita tentang keseimbangan, seperti
gelombang lautan yang terus bergerak naik dan turun. Dari sana kita belajar
pengendalian diri dan kebijaksanaan,” jelasnya.
Kakanwil juga menekankan pentingnya introspeksi diri sebagai
bagian dari praktik dharma. Ia mengingatkan agar setiap individu tidak mudah
menyalahkan pihak lain, melainkan memulai dari diri sendiri dalam menjalankan
kewajiban, meskipun di tengah kesibukan, tekanan, dan berbagai tantangan
kehidupan.
“Saya mencocokkan diri saya terlebih dahulu, bukan orang
lain. Ketika kewajiban dijalankan dengan tulus dan penuh tanggung jawab, di
situlah nilai dharma hadir,” tegasnya.
Dalam konteks kehidupan keluarga dan sosial, Kakanwil
mengajak seluruh pegawai untuk membangun komunikasi yang baik, saling memahami
peran, serta menumbuhkan empati dan kesabaran, khususnya dalam kehidupan rumah
tangga. Hal tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai dharma
dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup Dharma Wacana, Kakanwil menegaskan bahwa ekoteologi
tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan alam secara fisik, tetapi
juga mencakup hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan sebagaimana
konsep Tri Hita Karana. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam
kehidupan pribadi, keluarga, serta dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur
Kementerian Agama.
Kegiatan Persembahyangan Puja Trisandya dan Dharma Wacana
ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai spiritual, etika, serta
tanggung jawab ekologis pegawai Hindu di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Bali.





Informasi Penting
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 14:49 WITA
- 13 Jan 2026
- Provinsi
-
- 11:08 WITA
- 23 Des 2025
- Provinsi
-
- 12:19 WITA
- 12 Sep 2025
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaSE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026
PMA No 23 Tahun 2021 tentang Pengendalian Gratifikasi
SURAT EDARAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 42 TAHUN 2025
Informasi Kerukunan di Bali