Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Kakanwil: Buleleng Jadi Pusat Pengembangan Pendidikan Hindu Widyalaya

Kakanwil: Buleleng Jadi Pusat Pengembangan Pendidikan Hindu Widyalaya

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha menyatakan Kabupaten Buleleng akan jadi pusat pengembangan pendidikan Hindu di Pulau Dewata.

     "Komitmen tersebut karena Buleleng saya nilai paling siap. Apalagi Pemerintah Kabupaten Buleleng sebentar lagi akan memiliki Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya dan Pasraman," kata Sunartha, saat audensi dengan Bupati Buleleng, Senin (19/1/2026)

     Ia mengatakan, keinginan besar Kanwil Kemenag Bali untuk mendirikan widyalaya negeri pertama di Indonesia tersebut telah disambut baik oleh pemerintah daerah, dalam hal ini bupati dan jajaran.

     Pihaknya pun menganggap dukungan dari pemerintah daerah amat penting karena secara regulasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 2 Tahun 2024, Widyalaya dapat diselenggarakan oleh pemerintah (langsung) maupun masyarakat, sehingga kehadiran Pemda menjadi strategis untuk memastikan Widyalaya dapat berkembang sesuai kebutuhan lokal dan arah pembangunan daerah. 

     Secara khusus, dalam pendirian Widyalaya yang diselenggarakan oleh pemerintah, pertimbangan pendirian didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan daerah, yang menunjukkan bahwa Pemda berperan sebagai pihak yang memahami kondisi wilayah serta memiliki kewenangan dalam merencanakan pengembangan layanan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan daerah.

     Mengenai teknik lokasi, Sunartha menyatakan bahwa pihaknya telah menunjuk tim untuk melakukan penjajagan dan komunikasi teknik lanjutan pertemuan dengan Bupati Buleleng.

     "Saya sudah bentuk tim teknis. Nanti mereka akan bergerak. Tim ini gabungan antara unsur dari Kementerian Agama, akademisi dan praktisi widyalaya," papar dia.

     Lebih jauh, pendirian widyalaya negeri di Buleleng juga memperhatikan titik lokasi. Oleh karenanya, dibutuhkan pendataan terkait aset pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten sebagai pusat pengembangan widyalaya kedepannya.

     "Saya sudah minta ke pak bupati juga agar bisa disiapkan lahan antara 3-5 hektare. Kalau memang di Buleleng ini aset Pemerintah Provinsi yang banyak. Maka, segera akan saya komunikasikan dengan Pak Gubernur," kata dia.

     Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyambut baik keinginan Kanwil Kemenag Bali untuk mendirikan lembaga widyalaya negeri di daerah tersebut sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan sebaran lembaga pendidikan.

     "Saya sambut baik. Apalagi kita sudah akan punya Perdanya. Maka, saat ini paling penting adalah menunggu Perda itu selesai sehingga kami bisa bertindak. Saat ini masih pembahasan antara eksekutif dan legislatif," tutur dia.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar