Jembrana (Kemenag) - Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made (IGM) Sunartha, didampingi Kepala
Bagian Tata Usaha, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jembrana, Rabu
(21/1/2026). Kunjungan tersebut diwujudkan melalui pertemuan sekaligus
koordinasi dengan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, sebagai upaya
membangun komitmen bersama dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas
pemerintahan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat
dan dialogis, membahas sejumlah poin strategis terkait pembinaan umat,
penguatan karakter generasi muda, hingga sinergi program keagamaan dan
pelestarian lingkungan. Komitmen untuk membangun komunikasi yang kolaboratif,
terbuka, dan berkesinambungan menjadi benang merah dalam diskusi tersebut.
Dalam penyampaiannya, Kakanwil Kemenag Provinsi
Bali menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat melalui
instansi vertikal dengan pemerintah daerah, khususnya dalam urusan pembinaan
umat.
“Kami datang untuk menjalin sinkronisasi,
dalam hal ini Kanwil Kementerian Agama, dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana
terkait pembinaan umat. Pembinaan ini membutuhkan komunikasi yang kreatif dan
konstruktif, karena objek pembinaannya berada di tengah masyarakat dan lintas
kewenangan,” ujar IGM Sunartha.
Ia menjelaskan bahwa secara kelembagaan,
Kementerian Agama merupakan instansi vertikal yang memiliki fungsi pembinaan
keagamaan secara substantif dan kompetensial. Namun, dalam praktiknya,
pembinaan umat tidak sepenuhnya berada dalam satu garis koordinasi struktural
dengan pemerintah daerah.
“Di sinilah pentingnya membangun kesepahaman
dan kerja sama yang kuat, agar pembinaan umat dapat berjalan efektif, selaras,
dan berdampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sunartha menyoroti tantangan
besar di era modernisasi dan kemajuan teknologi, khususnya terkait degradasi
karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan agama harus hadir secara utuh,
tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan
kepekaan nurani.
“Di tengah kemajuan teknologi, tantangan
terbesar kita adalah membangun karakter generasi muda. Pendidikan agama harus
mampu menyentuh intelektual, logika, sekaligus hati peserta didik,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Kakanwil
mengungkapkan bahwa saat ini Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali tengah
menyusun kajian akademik sebagai dasar pengembangan Widyalaya–Pasraman
Terintegrasi. Konsep ini dirancang untuk memadukan penguatan spiritualitas
dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan intelektualitas yang
relevan dengan tantangan global.
“Widyalaya–Pasraman Terintegrasi ini kami
arahkan agar peserta didik tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga
memiliki wawasan keilmuan dan daya saing di era global,” jelasnya.
Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada
program kemaslahatan rohaniawan dan tata kelola rumah ibadah yang lebih baik.
Kakanwil menilai, kesejahteraan rohaniawan dan pengelolaan rumah ibadah yang
profesional merupakan fondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.
Dalam kesempatan tersebut, Sunartha juga
mendorong penguatan sinergi program ekoteologi Kementerian Agama dengan Sad
Kerthi Loka Bali, program unggulan Pemerintah Provinsi Bali yang
menitikberatkan pada pelestarian alam dan kearifan lokal.
“Kami berharap sinergi ini mampu menghadirkan
harmoni antara nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Agama
dan alam harus berjalan beriringan untuk menjaga keberlanjutan kehidupan,”
ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal
yang strategis dalam memperkuat kerja sama antara Kementerian Agama dan
Pemerintah Kabupaten Jembrana. Dengan komunikasi yang intensif dan visi yang
sejalan, pembinaan umat, penguatan karakter generasi muda, serta pelestarian
lingkungan di Bali diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kementerian Agama dan pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak nyata bagi kehidupan sosial dan spiritual umat.(sn)

Informasi Penting
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 14:49 WITA
- 13 Jan 2026
- Provinsi
-
- 11:08 WITA
- 23 Des 2025
- Provinsi
-
- 12:19 WITA
- 12 Sep 2025
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaSE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026
PMA No 23 Tahun 2021 tentang Pengendalian Gratifikasi
SURAT EDARAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 42 TAHUN 2025
Informasi Kerukunan di Bali