Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Perkuat Pembinaan Umat dan Karakter Generasi Muda, Kakanwil Kemenag Bali Sinkronkan Program dengan Bupati Jembrana

Perkuat Pembinaan Umat dan Karakter Generasi Muda, Kakanwil Kemenag Bali Sinkronkan Program dengan Bupati Jembrana Kakanwil bersama Bupati Jembrana

Jembrana (Kemenag) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made (IGM) Sunartha, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jembrana, Rabu (21/1/2026). Kunjungan tersebut diwujudkan melalui pertemuan sekaligus koordinasi dengan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, sebagai upaya membangun komitmen bersama dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas pemerintahan.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, membahas sejumlah poin strategis terkait pembinaan umat, penguatan karakter generasi muda, hingga sinergi program keagamaan dan pelestarian lingkungan. Komitmen untuk membangun komunikasi yang kolaboratif, terbuka, dan berkesinambungan menjadi benang merah dalam diskusi tersebut.

 

Dalam penyampaiannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Bali menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat melalui instansi vertikal dengan pemerintah daerah, khususnya dalam urusan pembinaan umat.

 

“Kami datang untuk menjalin sinkronisasi, dalam hal ini Kanwil Kementerian Agama, dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana terkait pembinaan umat. Pembinaan ini membutuhkan komunikasi yang kreatif dan konstruktif, karena objek pembinaannya berada di tengah masyarakat dan lintas kewenangan,” ujar IGM Sunartha.

 

Ia menjelaskan bahwa secara kelembagaan, Kementerian Agama merupakan instansi vertikal yang memiliki fungsi pembinaan keagamaan secara substantif dan kompetensial. Namun, dalam praktiknya, pembinaan umat tidak sepenuhnya berada dalam satu garis koordinasi struktural dengan pemerintah daerah.

 

“Di sinilah pentingnya membangun kesepahaman dan kerja sama yang kuat, agar pembinaan umat dapat berjalan efektif, selaras, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Sunartha menyoroti tantangan besar di era modernisasi dan kemajuan teknologi, khususnya terkait degradasi karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan agama harus hadir secara utuh, tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan kepekaan nurani.

 

“Di tengah kemajuan teknologi, tantangan terbesar kita adalah membangun karakter generasi muda. Pendidikan agama harus mampu menyentuh intelektual, logika, sekaligus hati peserta didik,” tegasnya.

 

Sebagai langkah konkret, Kakanwil mengungkapkan bahwa saat ini Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali tengah menyusun kajian akademik sebagai dasar pengembangan Widyalaya–Pasraman Terintegrasi. Konsep ini dirancang untuk memadukan penguatan spiritualitas dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan intelektualitas yang relevan dengan tantangan global.

 

“Widyalaya–Pasraman Terintegrasi ini kami arahkan agar peserta didik tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga memiliki wawasan keilmuan dan daya saing di era global,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada program kemaslahatan rohaniawan dan tata kelola rumah ibadah yang lebih baik. Kakanwil menilai, kesejahteraan rohaniawan dan pengelolaan rumah ibadah yang profesional merupakan fondasi penting dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sunartha juga mendorong penguatan sinergi program ekoteologi Kementerian Agama dengan Sad Kerthi Loka Bali, program unggulan Pemerintah Provinsi Bali yang menitikberatkan pada pelestarian alam dan kearifan lokal.

 

“Kami berharap sinergi ini mampu menghadirkan harmoni antara nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Agama dan alam harus berjalan beriringan untuk menjaga keberlanjutan kehidupan,” ungkapnya.

 

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kerja sama antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Dengan komunikasi yang intensif dan visi yang sejalan, pembinaan umat, penguatan karakter generasi muda, serta pelestarian lingkungan di Bali diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

 

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kementerian Agama dan pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak nyata bagi kehidupan sosial dan spiritual umat.(sn)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar