Denpasar (Kemenag) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem. Unit kerja ini resmi meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2025, sekaligus menjadikan Bali sebagai satu-satunya provinsi di lingkungan Kementerian Agama yang berhasil menyumbangkan predikat WBBM tahun ini.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang SAKIP dan ZI Award 2025 bertajuk “Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi secara daring, Rabu (11/2/2026).
Tercatat sebanyak 312 unit kerja dari berbagai instansi pemerintah menerima predikat Zona Integritas (ZI) WBK/WBBM. Namun, di lingkungan Kementerian Agama, hanya Karangasem yang berhasil menembus predikat tertinggi WBBM tahun ini.
Reformasi Birokrasi Bukan Seremoni
Menteri PANRB, Rini Widyantini, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi energi berkelanjutan, bukan sekadar seremoni.
“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu seluruh instansi pemerintah penerima award SAKIP dan Zona Integritas. Semoga Bapak/Ibu terus konsisten menerapkan nilai-nilai integritas di tempat kerja masing-masing. Jadilah agen perubahan dan tularkan semangat ini kepada unit-unit lainnya,” ujarnya melalui Zoom Meeting yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kementerian PANRB.
Rini juga menekankan bahwa Reformasi Birokrasi (RB) merupakan fondasi utama dalam membangun negara yang kuat dan berintegritas.
“RB adalah fondasi paling kuat untuk membangun negara yang lebih kuat dan berintegritas. RB juga menjadi mesin penggerak dalam mencapai tujuan pembangunan,” tegasnya.
Perjalanan 11 Tahun: Dari Pakta Integritas hingga WBBM
Capaian WBBM ini bukanlah hasil instan. Pembangunan Zona Integritas di Kemenag Karangasem telah dimulai sejak tahun 2014, diawali dengan pencanangan resmi melalui penandatanganan pakta integritas oleh seluruh ASN.
Periode 2015–2018 difokuskan pada pembangunan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Konsistensi pembenahan tata kelola, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik mengantarkan Karangasem meraih predikat WBK tingkat nasional pada 2018.
Namun, perjalanan menuju WBBM tidak selalu mulus. Pengajuan tahun 2021 dan 2022 belum membuahkan hasil. Alih-alih menyerah, seluruh jajaran ASN justru memperkuat akuntabilitas kinerja, tata kelola keuangan, dan inovasi pelayanan publik sepanjang 2023–2024.
Kegagalan menjadi momentum refleksi
“Bagi kami, predikat bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan layanan yang bersih, profesional, dan berdampak,” menjadi semangat yang terus digaungkan I Wayan Serinada selaku Kepala Kantor.
Akhirnya, pada tahun 2025, kerja kolektif tersebut membuahkan hasil: predikat WBBM resmi diraih.
Pelayanan Publik yang Menyentuh Umat
Transformasi pelayanan di Kemenag Karangasem berorientasi pada kemudahan akses, inklusivitas, dan kebermanfaatan nyata. Sejumlah inovasi unggulan lahir dan berdampak langsung bagi masyarakat, antara lain:
• 1D1K (One Day One Thousand) Bagi Berkah, pemberdayaan ekonomi umat berbasis gotong royong.
• Kampung Moderasi Beragama, penguatan harmoni sosial lintas iman.
• Mentari, layanan ramah kelompok rentan.
• KUA Ekoteologi (E-Ketupat), integrasi layanan keagamaan berbasis ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Inovasi-inovasi tersebut tak hanya berdampak lokal, tetapi juga diakui secara nasional melalui berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari predikat Pelayanan Publik Prima Kategori A, Terbaik Nasional Sarpras Ramah Kelompok Rentan, hingga Top Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.
Bukan Sekadar Penghargaan, Tapi Perubahan Budaya
Keberhasilan meraih WBBM menegaskan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar memenuhi indikator administratif. Lebih dari itu, ini adalah transformasi budaya kerja: dari sekadar melayani menjadi melayani dengan hati, dari bekerja rutin menjadi bekerja berdampak.
Bagi masyarakat Karangasem dan Bali pada umumnya, capaian ini menjadi jaminan bahwa pelayanan keagamaan kini semakin transparan, akuntabel, inklusif, dan profesional.
Semangat yang dibangun sejak 2014 membuktikan satu hal penting: perubahan membutuhkan waktu, konsistensi, dan keberanian untuk terus berbenah.
WBBM 2025 bukan akhir perjalanan. Ini adalah babak baru untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang bersih, profesional, dan membawa manfaat nyata bagi umat serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.(sn)

Informasi Penting
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 14:49 WITA
- 13 Jan 2026
- Provinsi
-
- 11:08 WITA
- 23 Des 2025
- Provinsi
-
- 12:19 WITA
- 12 Sep 2025
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaSE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026
PMA No 23 Tahun 2021 tentang Pengendalian Gratifikasi
SURAT EDARAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 42 TAHUN 2025
Informasi Kerukunan di Bali