Nyepi dan Idulfitri tahun ini menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali nilai harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bali sebagai miniatur Indonesia menunjukkan bahwa kerukunan bukan sekadar simbol, melainkan pesan kuat bagi bangsa bahkan dunia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, menegaskan bahwa kehadiran negara melalui Kementerian Agama harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kerukunan bukan hanya slogan. Ia harus hadir dalam kebijakan, pelayanan, dan sikap kita sehari-hari. Inilah kekuatan bangsa yang harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Harmoni Ramadan bertajuk “Sucikan Hati, Jalin Silaturahmi, Eratkan Kerukunan” yang digelar di MAN 1 Jembrana, Kamis Sore, (26/02/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), Komandan Distrik Militer (Dandim), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jembrana, pimpinan instansi vertikal, para Kepala KUA, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, serta tokoh masyarakat sebagai wujud dukungan terhadap penguatan kerukunan di Kabupaten Jembrana.
Dalam sambutannya, Bupati Jembrana menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun selama Ramadan. Ramadan menjadi momentum menumbuhkan kesabaran, kepedulian, dan kebersamaan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, kementerian, dan masyarakat.
“Kita ingin pesan Ramadan benar-benar dirasakan manfaatnya. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus kita rawat,” ujarnya.
Kakanwil turut menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat. Kepemimpinan yang inklusif dan berpihak pada penguatan nilai harmoni menjadi fondasi penting dalam membangun pelayanan publik yang adil serta merangkul seluruh elemen masyarakat.
Rebranding Safari Ramadan menjadi Harmoni Ramadan dipahami sebagai penegasan arah gerak Kementerian Agama yang semakin kontekstual dan berdampak. Harmoni Ramadan merupakan akronim dari Harmonis, Rukun, Moderasi, dan Nilai Iman. Empat fondasi yang menegaskan keselarasan antara iman dan tindakan, pentingnya kerukunan sebagai investasi sosial, moderasi sebagai cara beragama yang adil dan seimbang, serta nilai iman yang terwujud dalam akhlak dan kontribusi nyata.
“Harmoni Ramadan menjadi wajah kehadiran negara melalui Kementerian Agama. Negara hadir bukan sekadar administratif, melainkan substantif; memastikan pelayanan keagamaan berjalan inklusif, humanis, dan adaptif,” tutur Kakanwil.
Perbedaan dipahami sebagai keniscayaan, sementara kedamaian adalah pilihan yang harus diperjuangkan bersama. “Kita ingin membangun harmoni, hidup rukun meskipun berbeda keyakinan,” lanjutnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program SERAMBI BALI (Sentra Ramah Masjid Bali) yang mentransformasikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pelayanan umat dan kemanusiaan. Masjid didorong menjadi ruang ramah pemudik dengan fasilitas dasar yang layak, ruang istirahat sementara, serta layanan sosial termasuk pemeriksaan kesehatan gratis di sejumlah titik.
Kementerian Agama bersama pemerintah daerah menggagas posko ramah pemudik di sejumlah masjid dengan dukungan tenaga medis dan instansi terkait. “Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan dan kepedulian. Satu kebaikan akan menghadirkan dampak luas,” ujarnya.
Harmoni juga dimaknai dalam relasi manusia dengan lingkungan. Dalam kesempatan itu, Sunartha memperkenalkan program prioritas Menteri Agama, yakni Ekoteologi. Kepedulian terhadap lingkungan ditegaskan sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama yang memperkuat harmoni antara Tuhan, alam dan manusia. Langkah ini sejalan dengan semangat Gerakan Indonesia Asri yang digaungkan Presiden Republik Indonesia.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga suasana kondusif menjelang malam takbiran dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi antara desa, takmir masjid, desa adat, serta aparat keamanan.
Kakanwil juga turut menyampaikan konsep ukhuwah sebagai landasan membangun persaudaraan, baik sesama umat beragama, sesama anak bangsa, maupun sesama manusia. Nilai tersebut sejalan dengan ajaran universal berbagai agama yang menekankan penghormatan, kerja keras untuk tanah air, serta kasih sayang kepada sesama.
Ramadan dan Nyepi yang menekankan pengendalian diri menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperdalam nilai kedamaian dan tanggung jawab.
“Jadikan Idulfitri dan Nyepi tahun ini sebagai simbol bahwa agama hadir membawa keteduhan, bukan kegaduhan. Kemenangan bukan hanya tentang takbir yang menggema, tetapi juga tentang kemampuan menahan diri demi menghormati saudara kita,” ungkapnya.
Acara Harmoni Ramadan turut menghadirkan tausiyah dari K.H. Fathurrahim yang mengajak jamaah meneguhkan semangat persaudaraan dalam tiga ranah: ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Ketiga nilai tersebut selaras dengan pesan Al-Qur’an dan berpadu harmonis dengan kearifan lokal masyarakat Bali yang menjunjung tinggi toleransi dan kehidupan rukun.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan Ramadan yang difasilitasi Baznas Kabupaten Jembrana dan diserahkan secara simbolis oleh Bupati, Kakanwil, serta unsur Forkopimda kepada para penerima manfaat serta berbuka puasa bersama.
Melalui Harmoni Ramadan, Kementerian Agama meneguhkan komitmen memperkuat moderasi beragama dan pelayanan yang inklusif. Kebersamaan yang terbangun menunjukkan kokohnya toleransi di Bali serta menegaskan harmoni sebagai kekuatan bersama untuk menjaga Bali tetap rukun, damai, dan bersatu dalam bingkai NKRI.(ca)













Informasi Penting
-
- 22:18 WITA
- 12 Mar 2026
- Provinsi
-
- 12:08 WITA
- 04 Mar 2026
- Provinsi
-
- 20:18 WITA
- 27 Peb 2026
- Provinsi
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaDaftar Rumah Ibadah Ramah Pemudik Provinsi Bali Tahun 2026
SE Sekjen Kemeterian Agama Nomor 5 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN Kemenag pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri
Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026 yang Bertepatan dengan Malam Takbiran Idulfitri Tahun 1447 Hijriah/ 2026 Masehi
SE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026