Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Dari Pegayaman, Pesan Kerukunan Menggema di Tengah Momentum Lintas Hari Raya

Dari Pegayaman, Pesan Kerukunan Menggema di Tengah Momentum Lintas Hari Raya

Singaraja (Kemenag) — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami’ Safinatussalam, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, saat kegiatan Harmoni Ramadan bertajuk “Silaturrahmi di Bulan Suci sebagai Pengikat Hati untuk Terus Berbagi” digelar pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Buleleng tersebut menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat solidaritas sosial di bulan suci.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng, unsur DPRD, Kapolres Buleleng, Dandim 1609/Buleleng, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan instansi vertikal dan tokoh organisasi keagamaan di Kabupaten Buleleng. Kehadiran lintas unsur tersebut mempertegas semangat kolaborasi dalam merawat harmoni sosial di daerah dengan tingkat keberagaman yang tinggi.

Rangkaian Harmoni Ramadan diisi dengan penyerahan simbolis 100 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan serta penyaluran zakat profesi ASN Kementerian Agama Kabupaten Buleleng kepada para mustahik. Aksi sosial ini tidak sekadar seremoni, melainkan wujud konkret sinergi antarinstansi dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Buleleng yang juga Pengurus Masjid Jami’ Salafiyatul Salam Pegayaman, Rabihuddin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah dan Kakanwil Kemenag Bali yang baru menjabat menjadi energi positif bagi penguatan hubungan antara pemerintah dan umat.

Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi muda, penguatan akhlak, dan simpul kebersamaan masyarakat. Sejak berdiri, masjid tersebut tumbuh bersama warga Pegayaman dalam semangat menjaga persaudaraan dan harmoni di tengah keberagaman sosial dan budaya.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh elemen masyarakat yang aktif menyukseskan kegiatan keagamaan dan sosial. Ia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah dan berharap momentum tersebut membawa keberkahan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Bupati menekankan bahwa Kabupaten Buleleng selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), untuk terus memperkuat koordinasi guna memastikan seluruh rangkaian ibadah Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman, tertib, dan khidmat.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah personal, melainkan juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan lintas umat.

Ia menyoroti bahwa Ramadan tahun ini beririsan dengan sejumlah hari raya keagamaan lain seperti Nyepi, Paskah, dan Waisak. Menurutnya, situasi tersebut menjadi momentum istimewa sekaligus ujian dalam menguatkan nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13, ia menyampaikan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan yang diciptakan agar manusia saling mengenal. Ia juga menyinggung ajaran dalam tradisi Hindu yang menekankan pentingnya hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati.

Lebih lanjut, Kakanwil menekankan implementasi nilai ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kerja keras, saling menghormati perbedaan, serta memperlakukan sesama sebagai saudara.

Menurutnya, berdekatan dengan momentum Nyepi dan Idulfitri, masyarakat Bali diharapkan mampu memperkuat komitmen menjaga harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam sebagai bagian dari penguatan nilai kerukunan dan eko-teologi.

“Semua agama mengajarkan kedamaian. Tujuan kita sama, yakni hidup tenteram dan damai berdampingan. Mari jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat komitmen kebersamaan dan menjaga Bali tetap harmonis,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan buka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban. Secara keseluruhan, rangkaian Harmoni Ramadan berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam merawat persatuan, kepedulian sosial, serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Buleleng.


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar