Denpasar (Kemenag) - Mengawali hari kerja usai cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) berkumpul di halaman kantor untuk mengikuti kegiatan Halal Bihalal Idulfitri yang dirangkaikan dengan Upeksama Nyepi, Senin (30/3).
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang temu fisik, tetapi juga sarat makna spiritual dan sosial. Upaksama (atau aksama) dalam konteks ajaran Hindu dan budaya Jawa/Bali memiliki makna maaf, ampun, atau permohonan maaf. Upaksama sering diucapkan setelah perayaan hari besar seperti Nyepi, di mana umat Hindu memohon ampunan untuk kembali ke jati diri yang suci (Dharma Santih). Secara ringkas, Upaksama adalah ungkapan tulus untuk meminta maaf dan memohon ampunan demi terciptanya kedamaian dan keharmonisan. Nilai ini sejalan dengan semangat Idulfitri yang mengedepankan saling memaafkan dan kembali pada kesucian hati.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H. Syarif Hidayatullah, menjelaskan bahwa Halal Bihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang memiliki nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.
“Halalbihalal bukan sekadar pertemuan fisik, tetapi simbol rekonsiliasi sosial, saling memaafkan, serta upaya mencairkan hubungan yang sempat membeku. Ini menjadi penyempurna ibadah Ramadan sekaligus memperkuat kebersamaan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan produktif, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, I Gusti Made (IGM) Sunartha, dalam arahannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran, serta kepada berbagai organisasi masyarakat dan keagamaan yang telah berperan aktif menjaga kondusivitas Bali selama perayaan dua hari besar keagamaan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan juga kepada organisasi masyarakat serta organisasi keagamaan yang telah bekerja sama dengan baik, sehingga perayaan Nyepi dan Idulfitri di Bali dapat berlangsung aman, damai, dan tanpa konflik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sunartha menegaskan bahwa semangat dari dua perayaan besar ini hendaknya menjadi energi baru bagi ASN Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik.
“Semangat kemenangan ini harus menjadi endorfin yang mendorong kita untuk meningkatkan mutu dan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Ini saatnya kita bekerja lebih baik, lebih tulus, dan lebih berdampak,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, diawali dengan saling bersalaman antarpegawai sebagai simbol meleburkan segala salah dan khilaf. Momen ini menjadi refleksi penting bahwa harmoni antarumat beragama tidak hanya terjaga di ruang publik, tetapi juga tumbuh dari lingkungan kerja yang menjunjung tinggi nilai toleransi, empati, dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga memberikan pesan kuat kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas. (sn)
Informasi Penting
-
- 22:18 WITA
- 12 Mar 2026
- Provinsi
-
- 12:08 WITA
- 04 Mar 2026
- Provinsi
-
- 20:18 WITA
- 27 Peb 2026
- Provinsi
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaDaftar Rumah Ibadah Ramah Pemudik Provinsi Bali Tahun 2026
SE Sekjen Kemeterian Agama Nomor 5 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN Kemenag pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri
Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026 yang Bertepatan dengan Malam Takbiran Idulfitri Tahun 1447 Hijriah/ 2026 Masehi
SE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026