Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Ubah Gratifikasi Jadi Berkah: Aksi Nyata Kakanwil Kemenag Provinsi Bali Ini Jadi Teladan Integritas dan Kepedulian Sosial

Ubah Gratifikasi Jadi Berkah: Aksi Nyata Kakanwil Kemenag Provinsi Bali Ini Jadi Teladan Integritas dan Kepedulian Sosial Foto by Ulik

Denpasar (Kemenag) – Komitmen terhadap integritas tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal inilah yang ditunjukkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made (IGM) Sunartha, dengan menyalurkan bingkisan yang terindikasi sebagai gratifikasi kepada Panti Asuhan Tat Tvam Asi, Denpasar, pada Senin (30/03/2026).

Langkah tersebut menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai antikorupsi yang dikedepankan dalam pembangunan Zona Integritas. Alih-alih menyimpan atau mengabaikan potensi pelanggaran etika, bingkisan tersebut justru dialihkan menjadi manfaat sosial bagi anak-anak yang membutuhkan.

Dalam suasana penuh kehangatan, penyerahan bingkisan berlangsung sederhana namun sarat makna. Kehadiran jajaran Kanwil Kemenag Bali disambut hangat oleh pengurus dan anak-anak panti, menciptakan momen kebersamaan yang tidak hanya memberi bantuan materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian.

Kakanwil menegaskan bahwa setiap bentuk pemberian yang berhubungan dengan jabatan harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

“Integritas adalah melakukan hal yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat. Bingkisan ini kami salurkan agar lebih bermanfaat bagi anak-anak di sini, sekaligus sebagai pengingat bagi kami semua untuk tetap bersih dalam melayani,” ujar IGM Sunartha.

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari edukasi publik agar masyarakat memahami pentingnya budaya antigratifikasi. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi pelanggaran justru dapat diubah menjadi nilai kebaikan yang berdampak luas.

Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Tat Tvam Asi menyampaikan apresiasi mendalam atas kejujuran dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Kanwil Kemenag Bali. Ia menilai, tindakan tersebut bukan hanya memberi manfaat bagi anak-anak panti, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga teladan tentang bagaimana integritas bisa diwujudkan dalam tindakan nyata,” ungkapnya.

Aksi ini sekaligus mempertegas bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak selalu identik dengan penindakan, tetapi juga dapat dilakukan melalui langkah preventif dan edukatif yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Dengan mengedepankan transparansi dan kepedulian sosial, Kanwil Kemenag Bali menunjukkan bahwa integritas bukan hanya kewajiban administratif, melainkan nilai hidup yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar